Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jembatan Desa Tawing Kecamatan Munjungan Ambruk, Dinas PUPR Surati Pemprov Minta Bantuan Bailey

Zaki Jazai • Kamis, 24 Oktober 2024 | 13:05 WIB
HARUS MEMUTAR: TRC BPBD Trenggalek bersama pihak terkait ketika meninjau lokasi jembatan di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan yang roboh.
HARUS MEMUTAR: TRC BPBD Trenggalek bersama pihak terkait ketika meninjau lokasi jembatan di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan yang roboh.

MUNJUNGAN, Radar Trenggalek- Masyarakat Desa Tawing, Kecamatan Munjungan harus sabar menanti perbaikan jembatan di sana. Alasannya klasik. Anggaran yang dimiliki Pemkab Trenggalek minim. Namun, pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, telah mengirim surat ke pemerintah provinsi (pemprov) untuk minta bantuan. 

“Karena itu, kami akan segera berkirim surat ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk meminta bantuan jembatan Bailey,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek Ramelan.

Ramelan mengatakan, jembatan tersebut dibanguan sekitar 2004 dengan dana swakelola. Namun, umur jembatan yang kini telah memasuki 20 tahun, bukan serta merta menjadi penyebab jembatan tersebut ambruk. Melainkan debit air pada Minggu (20/10) lalu, ketika wilayah tersebut sedang turun hujan, dimungkinkan menjadi salah satu penyebabnya. Kala itu, pembangunan jembatan tidak dirancang untuk mengantisipasi debit air yang sedemikian besarnya seperti ketika roboh.

"Dulu airnya lebih terkendali walaupun saat musim hujan. Saat  ini top soil tanah terus menipis sehingga air tidak terserap dengan sempurna lalu terbuang semua ke sungai," katanya.

Selain itu, lanjut Ramelan, sejak dibangun sampai sekarang memang belum ada perbaikan ataupun rehabilitasi untuk jembatan tersebut. Satu-satunya pembangunan di sekitar jembatan yang menghubungkan Dusun Tawing dan Dusun Gunung Kembar adalah pembuatan talud sungai. Itu dilakukan pada 2023 lalu di sisi kanan kiri jembatan.

"Pembangunan talud tersebut tidak menyentuh jembatan, jadi memang tidak ada rehabilitasi semenjak dibangun. Semoga saja berbagai upaya yang akan kami lakukan untuk kembali membangun jembatan tersebut bisa segera terwujud," jelas pria ramah itu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek St. Triadi Atmono menambahkan, sejauh ini tidak ditemukan korban jiwa terkait ambruknya jembatan tersebut. Namun, karena cuaca belum menentu, dan diprediksi hujan masih akan turun lagi, BPBD mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana lebih lanjut.

“Meski jembatan tidak lagi bisa dilewati, kami memastikan bahwa desa-desa di sekitar jembatan tidak terisolasi, karena masih ada jalur alternatif yang bisa digunakan warga,” katanya.

Seperti diketahui, puluhan warga di Dusun Krajan dan Dusun Gunung Kembar, Desa Tawing, Kecamatan harus berjalan memutar jika ingin saling sapa. Pasalnya, jembatan sepanjang 25 meter yang menghubungkan dua wilayah dusun tersebut putus total akibat hujan deras yang melanda pada Minggu (20/10).  (jaz/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#ambruk #munjungan #trenggalek #jembatan