Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Parah, Banjir dan Tanah Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Trenggalek

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 24 Oktober 2024 | 13:15 WIB

 

PARAH: Kondisi jembatan di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan yang ambruk diterjang kuatnya arus air sungai
PARAH: Kondisi jembatan di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan yang ambruk diterjang kuatnya arus air sungai

TRENGGALEK- Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang melanda Bumi Menak Sopal Minggu lalu ternyata tak hanya berdampak putusnya jembatan di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan. Sejumlah bencana lain juga terjadi di beberapa wilayah. Yakni tanah longsor, tanah retak, ataupun banjir. Sebanyak tujuh desa di empat kecamatan terdampak. Kerusakan umumnya berupa infrastruktur dan rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek St Triadi Atmono menyebut, desa-desa yang terdampak tersebar di beberapa wilayah. Di Kecamatan Watulimo, longsor terjadi di Desa Dukuh dan Desa Sawahan. Di Kecamatan Bendungan, Desa Sumurup mengalami retakan tanah yang merusak beberapa rumah warga. Di Kecamatan Munjungan, Desa Tawing dan Desa Bangun terkena dampak longsor dan banjir luapan. Di Kecamatan Pule, longsor melanda Desa Pule dan Desa Jombok.

"Dampak dari bencana ini sangat signifikan. 23 kepala keluarga (KK) atau 69 jiwa yang terdampak. Sebanyak 60 orang mengalami luka ringan. Tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Selain itu, sebanyak 23 rumah rusak ringan akibat tanah longsor dan retakan tanah. Namun, tidak ada laporan rumah rusak dengan kategori sedang atau berat. Yang paling parah, satu infrastruktur jembatan di salah satu desa rusak berat dan putus total akibat luapan air banjir. "Jembatan yang putus tersebut mengakibatkan akses transportasi terganggu, sehingga mobilitas warga di sekitar daerah terdampak menjadi terhambat," paparnya.

BPBD Trenggalek bersama pihak terkait berupaya untuk menanggulangi bencana ini dengan langkah-langkah penanganan darurat. Termasuk evakuasi dan pemberian bantuan kepada warga yang terdampak.

Dia menambahkan, tim gabungan dari tiga pilar telah dikerahkan untuk membantu penanganan di lapangan, terutama di desa-desa yang terdampak longsor dan banjir. Dengan adanya bencana ini, warga diimbau untuk tetap waspada, terutama mengingat potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Trenggalek.

Pihaknya juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. "Mitigasi bencana juga diperlukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya. (kho/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#trenggalek #tanah longsor #banjir