Trenggalek- Sumpah pemuda yang menjadi semangat perjuangan kaum muda dalam meraih kemerdekaan, diharapkan dapat dilanjutkan oleh generasi saat ini. Namun, perubahan zaman menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaian sumpah pemuda dengan kondisi sekarang.
Ketua Cabang PMII Trenggalek Masjudin menyampaikan pandangannya tentang pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Selain itu, relevansi dengan kondisi sosial dan politik Indonesia sekarang. Menurut dia, meskipun konteks zaman telah berubah, Sumpah Pemuda tetap memiliki tempat dalam kehidupan sehari-hari generasi muda.
"Sumpah Pemuda hari ini tetap relevan dengan nilai dan norma yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai ini masih kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Dia mengingatkan bahwa semangat persatuan dan cinta tanah air yang tertanam dalam Sumpah Pemuda perlu terus dijaga oleh generasi muda. Nah, tantangan terbesar yang dihadapi pemuda Indonesia kini yakni arus globalisasi dan modernisasi yang begitu masif. Hal ini membutuhkan perhatian khusus agar pemuda tetap mampu menjaga jati diri bangsa.
"Arus globalisasi dan modernisasi menjadi salah satu tantangan terbesar. Perkembangan teknologi yang begitu pesat dan kompleks harus disikapi dengan bijak. Pemuda perlu bijak dalam menanggapi isu dan permasalahan yang ada," tegasnya.
Masjudin juga menyoroti peran mahasiswa sebagai pelopor dalam menjaga semangat Sumpah Pemuda. Termasuk di era digital yang serba cepat dan terhubung ini. "Pemuda harus menjadi pionir terdepan. Indonesia merdeka salah satunya karena peran pemuda. Di era digital ini, pemuda harus bijak dalam menyikapi informasi, memastikan kebenaran dan fakta, serta memanfaatkan teknologi untuk berkarya," jelasnya.
Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, krisis ekonomi, dan ketidaksetaraan sosial, dirinya melihat pemuda sebagai agen perubahan yang memiliki peran besar.
"Pemuda harus mampu mengawal perkembangan isu dan memiliki solusi yang bisa ditawarkan untuk menjawab persoalan tersebut," katanya.
Selain itu, dia menekankan bahwa media sosial kini menjadi salah satu alat yang berpengaruh besar dalam membentuk kesadaran politik generasi muda. "Media sosial adalah bagian dari strategi kampanye politik yang berpengaruh besar. Tidak heran banyak tokoh politik mencari simpati rakyat melalui media sosial," tambahnya.
Menjelang Pilkada Trenggalek 2024, ia berharap pemimpin yang terpilih nanti bisa memenuhi kebutuhan dan mendengarkan aspirasi rakyat. "Kita butuh pemimpin yang tidak buta dengan kebutuhan rakyat dan tidak tuli dengan aspirasi rakyat," tandasnya. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa