TRENGGALEK- Kemerdekaan Indonesia tentu saja tidak lepas dari momentum sumpah pemuda yang kala itu juga menjadi tonggak perjuangan. Ikrar tersebut dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia dari kalangan pemuda.
Sekretaris DPC GMNI Trenggalek Ramadan Agung Prasetya mengatakan, nilai-nilai Sumpah Pemuda masih relevan. Namun implementasinya berubah bentuk. “Dulu kita berkumpul dan menyuarakan suara secara langsung. Sekarang kita menggunakan gadget sebagai perantara. Nasionalisme masih berlaku kapan pun dan di mana pun, tapi bentuknya sudah berubah dengan adanya teknologi," ujarnya.
Dia menekankan kemajuan teknologi dapat membantu menyebarkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dengan lebih mudah. Namun di sisi lain, juga menghadirkan tantangan tersendiri. Menurut dia, tantangan terbesar pemuda dalam mewujudkan persatuan adalah perkembangan digital yang begitu masif.
"Tantangan utama generasi muda adalah kemajuan digital yang sangat cepat. Pemuda jangan hanyut oleh sisi negatif kemajuan teknologi,” katanya.
“Sebagai agen perubahan, kita harus aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan memiliki hati yang penuh empati, jiwa yang peduli, dan integritas moral yang kuat," tegasnya.
Dalam konteks peran mahasiswa, dirinya menekankan pentingnya mahasiswa tidak hanya sebagai penerima manfaat teknologi, tetapi juga sebagai pelopor dan penggerak sosial. Mahasiswa harus terus mengobarkan semangat nasionalisme di setiap langkah agar tidak terjebak oleh perkembangan digital.
Terkait tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis ekonomi, Ramadan melihat peluang bagi pemuda untuk mengambil peran aktif. "Pemuda harus berani mengemukakan pendapat, inovatif, dan memiliki kemurnian idealisme. Inilah saatnya pemuda menjadi aktor utama," paparnya.
Dia juga menyoroti peran teknologi dan media sosial dalam mempengaruhi kesadaran politik di kalangan pemuda. Dengan kreativitas dan pemahaman teknologi, pemuda bisa mendorong partisipasi politik yang lebih inklusif dan memastikan suara mereka didengar dalam pengambilan keputusan publik.
Menjelang Pilkada Trenggalek 2024, Ramadan berharap agar calon pemimpin Trenggalek periode selanjutnya bisa menepati janji-janji kampanye, berlaku adil, dan fokus pada pemerataan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Meskipun kecil, saya harap Trenggalek bisa bersaing dengan kabupaten lain," tandasnya. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa