Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wow, Semester I 2024 Dinkesdalduk KB Trenggalek Temukan 34 Kasus HIV/AIDS

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 29 Oktober 2024 | 13:05 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS

Trenggalek- Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Bumi Menak Sopal tak bisa disepelekan. Sebab, jumlah pengidap penyakit ini menunjukkan pasang surut setiap tahunnya. Terbaru, ada sekitar 34 kasus HIV pada semester I 2004. Dari data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek, jumlah itu lebih rendah dibanding tahun lalu.

“Pada 2021 ditemukan 18 kasus. 83 kasus pada 2022, dan 104 kasus pada 2023,” ujar Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek dr. Sunarto.

Sunarto mengatakan, masih adanya pengidap HIV lantaran virus tersebut dapat menyebar dengan mudah. Yakni melalui darah, sperma, cairan vagina, ataupun air susu ibu (ASI). Selain itu, HIV juga dapat ditularkan melalui media atau benda yang lain.

“HIV juga dapat ditularkan melalui, pemakaian jarum suntik seacara bergantian dengan orang yang reaktif HIV dan penularan dari ibu HIV ke anak yang dilahirkan,” jelasnya.

Diketahui ibu yang terkena HIV dapat menularkan virus tersebut melalui beberapa hal. Penularannya dapat terjadi saat kehamilan, persalinan, maupun menyusui. HIV juga dapat menular melalui penggunaan alat bantu seks (sex toys) secara bersama. Sejatinya, HIV tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama pada permukaan benda mati. Kendati demikian, jika seseorang menggunakan sex toys yang masih dalam kondisi basah karena terkena cairan vagina, sperma, atau darah pengidap, potensi penularan HIV mungkin saja terjadi.

Jika virus ini tidak segera ditangani dengan tepat, infeksi HIV bisa berkembang hingga mencapai stadium akhir, yaitu acquired immune deficiency syndrome (AIDS). "AIDS merupakan kondisi ketika sistem imun tubuh sudah tidak mampu melawan infeksi patogen yang masuk ke dalam tubuh," papar Sunarto.

Terkait hal itu, Dinkesdalduk KB Trenggalek tak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka pengidap HIV. Salah satunya mengedukasi masyarakat. "Yakni pada penemuan dini dengan skrening pada ibu hamil, lapas, wanita penjaja seks," tuturnya.

Dalam berbagai kasus, Sunarto meminta pasien rutin memeriksakan kondisi dan berupaya untuk melakukan pengobatan. Selain itu, penyuluhan HIV rutin pada sekolah setingkat SLTP dan SLTA juga dilakukan. “Dengan telah berupaya membentuk kader di PIK R dan duta genre sangat berperan dalam edukasi dan pencegahan HIV/AIDS,” tandasnya. (kho/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#HIV / AIDs #virus #trenggalek