Trenggalek- Beberapa waktu terakhir, publik bumi Menak Sopal dihebohkan dengan sebuah foto menampilkan Pjs Bupati Ponorogo Joko Irianto bersama sejumlah relawan Kotak Kosong dari Trenggalek. Foto tersebut beredar luas di media sosial. Ini menimbulkan berbagai asumsi masyarakat.
Terlihat dalam foto tersebut, Joko Irianto yang juga paman dari Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak tampak bersama empat orang relawan Kotak Kosong yang berasal dari Trenggalek. Mereka berpose mengepalkan tangan dan memperlihatkan simbol jempol. Dugaan mereka merupakan relawan kotak kosong dari Trenggalek dibuktikan dengan baju atau kaos bertuliskan “Relawan Kotak Kosong” dan “Pemilih Kotak Kosong”.
Tak ayal, beredarnya foto tersebut memicu berbagai spekulasi. Termasuk dugaan dukungan Emil Dardak, sapaan akrab Emil Elestianto Dardak, terhadap kampanye kotak kosong dalam Pilkada Trenggalek. Sejumlah pihak menilai, keberadaan Joko Irianto yang terlihat bersama relawan kotak kosong seolah-olah mengindikasikan bahwa Emil secara tidak langsung memberikan sinyal dukungan terhadap kotak kosong, yang saat ini bergerak melawan calon tunggal Mochamad Nur Arifin dan Syah Mohammad Natanegara.
Namun, dugaan tersebut dibantah langsung oleh Joko Irianto. Dia langsung membantah adanya kaitan antara pertemuannya dengan relawan kotak kosong Trenggalek dan dukungan terhadap kubu kotak kosong di Pilkada tersebut. Sebab, pertemuan tersebut hanyalah kunjungan biasa dan tidak ada maksud mendukung salah satu pihak dalam kontestasi politik di Trenggalek. “Ini sekadar kunjungan biasa dari masyarakat, apakali kebetulan, saya berasal dari Trenggalek,” ungkap Joko Irianto ketika dihubungi koran ini dalam pesan singkatnya.
Sebab sebagai warga Trenggalek pria yang saat ini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) tersebut mengaku jika ada warga Trenggalek yang berkunjung ke Ponorogo, pasti dirinya akan menyambut mereka dengan baik. Apalagi selama ini sudah banyak kolega asal Trenggalek yang berkunjung, setelah dirinya diberi tugas tambahan sebagai Pjs Bupati Ponorogo.
“Sebenarnya dalam agenda itu ada banyak orang, bukan hanya mereka berempat yang memakai baju seperti itu, “ katanya.
Mantan Sekda Trenggalek tersebut juga menyebutkan bahwa ketika ada tamu dari Trenggalek yang berkunjung, dirinya juga kerap menyambutnya di Pendopo Ponorogo. Kebanyakan mereka yang berkunjung hanya sebatas melepas kangen, baik itu bercengkrama atau sekedar singgah untuk ngopi saja. ”Jadi hanya sebatas itu, dan sama sekali tidak ada kaitan dengan dukungan mendukung dalam segi politik,” jelas Joko.
Di sisi lain, kelompok relawan kotak kosong di Trenggalek kini memang aktif melakukan berbagai kegiatan kampanye untuk melawan calon tunggal. Mulai dari memasang baliho hingga melakukan kampanye langsung ke masyarakat, mereka mengajak warga Trenggalek untuk memilih kotak kosong dalam Pilkada mendatang. Menurut mereka jika nanti pemenang dalam pilkada kotak kosong, maka Trenggalek akan dipimpin oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik yang ada. Pastinya dia akan benar-benar bekerja demi kemakmuran masyarakat, bukan seperti calon yang memiliki foto pastinya juga akan memikirkan kepentingan partai politik tertentu.
“Kami telah membentuk susunan kader hingga tingkat RT juga TPS, pastinya optimistis akan menang,“ ungkap Koordinator Relawan Kotak Kosong Trenggalek Ali Maskur. (jaz/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa