GANDUSARI, Radar Trenggalek– Menjaga nasionalisme siswa sebagai generasi muda, menjadi tantangan baru bagi para guru di tengah kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat sekarang. Karena itulah, para guru harus terus berinovasi serta meningkatkan skill. Salah satunya melalui Halaqoh Kebangsaan dan Penguatan Pemahaman Aswaja Annadliyah. Sekitar 250 guru dari lembaga pendidikan NU mengikuti acara tersebut, kemarin (6/11).
Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, itu digelar oleh Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Trenggalek. Selain para guru, hadir dalam kegiatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Trenggalek Dr Drs Mohammad Nur Ibadi, SE., MM, serta unsur pimpinan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimca) Gandusari.
Kepala Kemenag Mohammad Nur Ibadi mengapresiasi Pergunu lantaran sukses melaksanakan kagiatan tersebut. Diharapkan, Pergunu bisa menyemai harmoni di tengah perbedaan. “Bisa membangun inovasi kemajuan pendidikan di lembaga Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.
Pria berkaca mata itu mengingatkan tantangan mendidik siswa di era sekarang sangat berat. Sebab, akses komunikasi semakin terbuka. “Karena itu, guru harus memperbanyak inovasi dan kreasi dalam memperkuat wawasan kebangsaan,” katanya.
Apalagi, lanjut Nur Ibadi, anak didik ini merupakan generasi Alpha yang nantinya menjadi generasi emas Indonesia 2025. “Tantangannya juga lebih besar. Penguatan moderasi beragama, penguatan wawasan kebangsaan, harus lebih kuat. Karena Indonesia adalah negara kepuluan terbesar di dunia, amka harus aman dan kokoh. Jangan sampai anak–anak ini radikal. Mereka harus cinta tanah air, bebas radikalisme dan kekerasan,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutam ketua PC NU yang disampaikan KH Nasron, menegaskan bahwa guru NU mempunyai tugas menyampaikan kebaikan, kebenaran, serta kedamaian kepada siswa. Selain itu, menjadi guru di lembaga NU harus didasari ikhlas dalam pengabdianya.
Dalam kegiatan itu, Ahmad Faqih MPd didapuk menjadi narasumber. Dia menyampaikan materi tentang nasionalisme dalam persektif Nahdlatul Ulama. Yakni dengan cara cinta tanah air sebagai ibadah, toleransi dan kerukunan, prinsip moderat, dan Pancasila sebagai ideologi negara.
Materi lain yakni Ukhuwah Wathaniyah (Persaudaraan Kebangsaan), Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Kemanusiaan, Keterlibatan dalam Pembangunan Bangsa, Melestarikan Budaya Lokal, serta Perlindungan terhadap Minoritas dan Menghormati Pimpinan dan Pemerintah.
Ketua PC Pergunu Trenggalek Yasin mengatakan, Halaqoh Kebangsaan dilaksanakan untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) PCNU Kabupaten Trenggalek 2024. Halaqoh diikuti Pengurus Harian PC Pergunu Trenggalek, PC Pergunu tingkat kecamatan, dan anggota Pergunu Kabupaten Trenggalek.
"Kegiatan Halaqoh Kebangsaan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan bagi para anggota Pergunu, meningkatkan kompetensi pemahaman para guru NU tentang paham Ahlu Sunnah Wal Jamaah Annahdliyah, serta meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Wathoniyah para Guru NU Kabupaten Trenggalek," paparnya.
Yasin berharap adanya Halaqoh Kebangsaan mampu meningkatkan pemahaman guru terhadap wawasan kebangsaan. Dengan begitu, semakin cinta dan bangga kepada NKRI. Selain itu, pemahaman tentang akidah ahli sunnah waljamaah semakin mantap, meningkatnya Ukhuwah Islamiyah dan Wathoniyah antaranggota Pergunu semakin solid. (mal/c1/wen) Editor : Amalia Rizky Indah Permadani