WATULIMO, Radar Trenggalek- Akses jalan Kampak-Sebo sangat dikeluhkan warga sekitar. Aspirasi kerusakan jalan yang menjadi destinasi wisata seribu lubang usai diguyur hujan ini, disampaikan warga kepada salah satu anggota Fraksi PKB Trenggalek, Murkam, ST.
Saat melaksanakan reses perdana pada Minggu (10/11) di aula MI Pakel, Kacacatan Watulimo, anggota dewan dari Dapil IV Trenggalek meliputi wilayah Kecamatan Kampak dan Watulimo ini dibanjiri aspirasi warga.
Sebanyak 81 orang peserta hadir dalam reses itu. Mulai kepala desa dan perangkat, BPD, RT, RW, pengurus ranting NU beserta Banom. Turut hadir pengurus ranting PKB, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader perempuan dan pemuda.
"Jalan raya Kampak - Sebo terutama, yang sekarang setelah diguyur hujan menjadi destinasi seribu lubang. Mereka berharap ini diprioritaskan untuk perbaikan jalap," ucap lelaki yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Trenggalek ini.
Perlu diketahui bahwa jalan ini merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan kecamatan Kampak dan Watulimo. Sehingga dengan hancurnya infrastruktur vital ini sangat merugikan warga sekitar Kecamatan Kampak dan Kecamatan Watulimo.
Ruas jalan sepanjang sekitar 10 km tersebut mulai dari sekitar pasar Kampak di Desa Bendoagung, Desa Senden, Desa Pakel, Desa Gemaharjo dan Desa Slawe (kawasan Pasar Sebo).
Selebihnya ada kerusakan jalan antar Desa Pakel-Desa Ngembel, Desa Watuagung-Desa Watulimo. Kemudian jalan antar Desa Pakel - Desa Dukuh.
Di bidang kesehatan, warga juga menyampaikan masukan tentang pelayanan kesehatan ibu hamil, melahirkan dan layanan BPJS kesehatan, KIP dan lainnya.
"Ada juga poin - poin masukan tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat, geliat UMKM terkait permodalan dan pemasaran," jelas alumni Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Permasalahan tentang pembatasan quota pupuk juga menjadi keluhan warga. "Permasalahan di petani masih berkutat pada ketersediaan pupuk, penanganan hasil pertanian pasca panen raya," ujar Murkam.(tin/wen)