Trenggalek- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek terus berupaya mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) 2024. Pasalnya, menjelang akhir 2024 ini, PAD yang terkumpul masih kurang sekitar Rp 2 miliar (M).
Diketahui, target keseluruhan sebesar Rp 8,5 M pada tahun ini. Sementara itu, hingga akhir Oktober, total pendapatan yang tercatat baru sekitar Rp 6,6 M. Artinya baru sekitar 77 persen PAD yang didapatkan dari total target pada tahun ini.
Kepala Disparbud Trenggalek Sunyoto mengaku tetap optimistis terhadap pencapaian target dalam dua bulan nanti. Utamanya adanya liburan sekolah, Natal, dan Tahun Baru (Nataru) yang diperkirakan dapat meningkatkan kunjungan wisata.
"Dua bulan ke depan semoga bisa tercapai, karena pada bulan Desember 2024 ada libur anak sekolah dan peringatan Nataru," ujarnya.
PAD disparbud terutama bersumber dari retribusi, termasuk retribusi karcis wisata dan aset ruko yang dikelola oleh dinas. Meski demikian, Sunyoto menyatakan kekhawatiran akan potensi hambatan seperti cuaca buruk atau isu bencana yang dapat memengaruhi minat wisatawan.
Terlebih, beberapa waktu lalu terdapat isu Megathrust yang ramai diperbincangkan lataran diprediksi dapat menimpa selatan pulau Jawa.
"Segala sesuatu terkait kondisi cuaca seperti isu tsunami di selatan Jawa cukup berpengaruh terhadap kunjungan wisata, karena wisatawan pasti akan berpikir dua kali," jelasnya.
Dia juga menyebutkan bahwa disparbud berhasil melampaui target PAD pada 2023 dengan pencapaian 108 persen. Diketahui, pada tahun 2023, target dari PAD sektor pariwisata sekitar Rp 7,7 M.
Berangkat dari hal tersebut, dia sempat berangan-angan untuk melakukan rehabilitas pada destinasi wisata. Akan tetapi, kenyataan berkata lain karena anggaran yang minim membuatnya harus berpikir lebih untuk mengalokasikan dana secara efisien.
"Dengan target PAD tersebut, kami juga merencanakan rehabilitasi destinasi wisata. Namun, karena keterbatasan anggaran (APBD), masih belum optimal," tandasnya. (kho/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa