KPU melakukan proses simulasi secara lengkap, mulai pembukaan TPS hingga penghitungan suara. KPU juga memperagakan sejumlah persoalan yang dimungkinkan terjadi pada hari-H pemungutan suara. Seperti adanya pemilih yang hamil, berkebutuhan khusus, hingga adanya pemilih yang pingsan ketika menyalurkan hak pilihnya. Tujuannya agar petugas mengetahui secara pasti alur sistem pungut hitung yang harus dijalankan setiap TPS.
“Karena itu, dalam proses simulasi ini, kami melibatkan seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK),” ungkap Ketua KPU Trenggalek Istatiin Nafiah.
Sebab, dalam simulasi tersebut, KPU juga ingin ingin tahu sejauh mana PPK paham terkait proses-proses yang harus dijalankan di TPS. Karena PPK nanti yang akan menyampaikan ke panitia pemungutan suara (PPS) dan PPS akan menyampaikan ke kelompok penyelenggara pemungutan suara. (KPPS). Karena itu, tata cara pemungutan suara mulai dari awal hingga akhir direkam dan akan dijadikan pedoman oleh seluruh KPPS yang ada di Trenggalek.
"Kami juga ingin memberikan informasi tata cara ini kepada masyarakat, sehingga mereka tahu tata cara ini sebelum mencoblos," katanya.
Itu terlihat dalam simulasi tersebut, KPU juga memperagakan beberapa persoalan yang mungkin terjadi pada saat pungut hitung berlangsung, mulai pemilih disabilitas hingga insiden pemilih yang pingsan di TPS. Harapannya, para anggota PPK, PPS, hingga KPPS memahami prosedur yang harus dilakukan sehingga proses pungut hitung dapat berjalan dengan lancar dan aman. Sebab sejauh ini mereka hanya mempelajari pedoman tata cara pemilihan dari buku dan pelatihan yang dijalankan, belum dilakukan melalui simulasi.
Disinggung terkait tahapan pemilu yang dijalankan KPU, wanita yang akrab disapa Iin tersebut mengaku, saat ini KPU tengah mempersiapkan untuk kebutuhan 1.114 TPS regular dan satu TPS lokasi khusus. Dalam proses distribusi nanti, KPU akan memprioritaskan beberapa daerah yang rawan gangguan bencana alam, seperti Kecamatan Bendungan dan beberapa kecamatan di pegunungan lainnya. Pendistribusian logistik ke kecamatan tersebut akan didahulukan karena beberapa TPS berlokasi jauh.
"Pastinya kami harus memastikan agar logistik aman sampai tujuan. Untuk itu, pada proses distribusi nanti direncanakan akan kerjasama dengan PT Pos agar mereka menggunakan mobil boks, mengingat saat ini mendekati musim penghujan," jelas Iin. (jaz/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa