Trenggalek- Terminal mobil penumpang umum (MPU) di Bumi Menak Sopal semakin tergerus zaman. Jumlah kendaraan yang beroperasi semakin berkurang, begitu juga dengan penumpang. Namun ternyata, keberadaan terminal tersebut tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, hingga kini masih mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
Kasi Terminal dan Pemaduan Moda Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek Fatchur Purwosasmito menyampaikan, hingga kini PAD dari terminal hampir menyentuh 100 persen. Tentu itu menjadi salah satu alasan kuat mempertahankan keberadaan terminal tersebut.
"Saat ini sudah berada dipersentase 90 persen. Semoga nanti sampai akhir tahun bisa memenuhi target PAD," ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Trenggalek beberapa waktu lalu.
Berdasar data dishub, target PAD terminal pada 2024 sekitar Rp 114 juta. Jumlah itu naik sekitar Rp 10 juta dibanding 2023. Yakni sekitar Rp 104 juta. “Sedangkan capaian PAD terminal pada tahun lalu berada diangka Rp 127 juta," imbuhnya.
Pria ramah itu melanjutkan, adda tiga terminal MPU yang memiliki PAD tinggi. Di antaranya, terminal Panggul, Pule, dan Kampak. "Alasan tiga terminal tersebut dapat menghasilkan PAD yang tinggi karena lokasinya menjadi titik temu bagi pedagang lintas daerah," tuturnya.
Hingga 31 Oktober 2024, sejumlah terminal telah mendulang PAD cukup tinggi. Rinciannya, Terminal Kampak Rp 31,479 juta, Terminal Pule Rp 15,287 juta, Terminal Panggul 13,907 juta, Terminal Kota Rp 8,447 juta, dan Terminal Durenan Rp 3,686 juta.
Adapun rincian PAD terminal pada 2023 lalu, yakni Terminal Kota menghasilkan Rp 6,6 juta, Terminal Durenan menghasilkan Rp 7,62 juta. Kemudian Terminal Panggul menghasilkan Rp 12,85 juta dan Terminal Pule menghasilkan Rp 15,3 juta. Terminal Kampak menghasilkan Rp 32,46 juta. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa