Trenggalek- Tanah longsor terjadi di Dusun Nglumpang, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, Selasa (3/12). Tembok SD Negeri 5 Nglebeng jebol diterjang material longsor. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu, kegiatan belajar mengajar terganggu lantaran sekolah rusak.
Informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, longsor terjadi sekitar pukul 04.00. Sebelumnya, kawasan Panggul diguyur hujan deras sejak Senin (2/12). Yakni sekitar pukul 18.00 hingga 22.30.
"Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tebing setinggi enam meter di belakang SD Negeri 5 Nglebeng longsor, Selasa (kemarin, Red) pagi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek St. Triadi Atmono.
Dia mengatakan, material longsor berupa tanah dan batu menghantam dinding salah satu ruang kelas berukuran 6x3,5 meter. Dinding tersebut jebol. Kaca jendela pecah. Ruang kelas tak bisa digunakan lagi. Meski hancur, tidak ada korban jiwa. Sebab, saat kejadian kegiatan belajar mengajar belum dimulai.
Tim gabungan langsung menuju lokasi kejadian pasca mendapat laporan. Tim juga berupaya membersihkan material longsor dan puing dinding yang hancur. "Petugas yang terlibat dalam upaya penanganan ini antara lain TRC-PB BPBD Wilayah Kecamatan Panggul, Babinsa Desa Nglebeng, BKTM, Ketua RT 24, dan masyarakat sekitar," papar Triadi.
"Langkah pertama yang kami lakukan adalah mendatangi lokasi kejadian untuk menilai kerusakan yang ada. Kami juga mengimbau pihak sekolah untuk tetap waspada karena cuaca masih menunjukkan potensi hujan tinggi," imbuhnya.
Selain itu, tim gabungan bersama masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti membersihkan material longsor yang menutupi bagian sekolah. BPBD juga mendata kerugian material yang disebabkan oleh bencana alam ini. "Kami telah melaporkan kejadian ini ke Komando atas untuk tindakan lebih lanjut," jelasnya.
BPBD Trenggalek mengingatkan warga dan sekolah di sekitar area rawan longsor untuk tetap waspada, mengingat musim hujan yang masih berlangsung. Pemerintah setempat juga berencana melakukan upaya pencegahan lebih lanjut. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa