Trenggalek- Sebuah pohon sono tumbang menutup Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo, Kamis (6/12) malam. Tepatnya di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek. Nahas, pohon berukuran cukup besar itu menimpa seorang pengendara motor yang sedang melintas. Diketahui pengendara itu bernama Sunarto, 45, warga Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek.
Informasi yang berhasil dihimpun, Sunarto saat itu melaju dari arah timur menuju barat, atau dari Trenggalek menuju Ponorogo. Dia terjatuh setelah pohon yang berada di tepi jalan tumbang melintang di tengah jalan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, St Triadi Atmono, menyampaikan, setelah insiden tersebut, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo Trenggalek.
"Korban saat ini mengalami penurunan kesadaran dan terdapat luka lebam di mata kanan," ungkapnya.
Kejadian pohon tumbang ini juga menyebabkan kemacetan di dua arah. Sebab, jalur tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Trenggalek-Ponorogo. Petugas gabungan dari BPBD dan pihak terkait segera mengevakuasi pohon yang melintang di badan jalan itu. Tim memotong pohon menjadi beberapa bagian menggunakan gergaji mesin. Ini agar lebih mudah saat dipindahkan. “Setelah sekitar 45 menit, arus lalu lintas kembali normal,” ujar Triadi.
Pria ramah itu melanjutkan, sebelum kejadian, Kecamatan Trenggalek sempat diguyur hujan dengan intensitas sedang. Dia juga mengingatkan, kejadian serupa pernah terjadi beberapa kali. Bahkan ada yang sampai memakan korban jiwa.
"Selama bulan November, terdapat tiga kali kejadian pohon tumbang yang menimpa pengendara, menyebabkan tiga orang luka ringan dan satu orang meninggal dunia," paparnya.
Ketiga insiden tersebut terjadi di ruas jalan nasional. Di antaranya, Jalan Nasional Trenggalek - Tulungagung di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek; Jalan Nasional Trenggalek - Ponorogo di Desa Dermosari, Kecamatan Tugu; dan terakhir di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek.
Untuk mencegah kejadian serupa, BPBD Trenggalek bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Balai Besar Jalan Nasional, untuk memamgkas pohon-pohon yang berpotensi membahayakan. "Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar pohon yang dapat menyebabkan lubang pada pohon, yang mengakibatkan pohon menjadi rapuh," tegasnya.
Selain itu, pada Jumat, (6/12) pukul 11.20 wilayah Kecamatan Trenggalek telah terjadi angin kencang, sekitar pukul 12.00 dan menyebabkan pohon tumbang jenis Sono Kembang. Pohon dengan diameter 50 sentimeter setinggi 10 meter menutup total badan Jalan Nasional Trenggalek-Tulungagung. Tepatnya di Desa, Karangsuko Kecamatan Trenggalek mengakibatkan kemacetan.
TRC - PB Multisektor, Basarnas, POLRI, dan masyarakat mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penanganan pohon tumbang. Pada pukul 12.40 penangan telah selesai dilakukan, lalu lintas kembali normal. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa