Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BPS Trenggalek Ungkap Sejumlah Faktor Penyebab Kemiskinan, Salah Satunya Kemampuan Mengakses Pekerjaan Minim

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 14 Desember 2024 | 13:00 WIB
ilustrasi kemiskinan
ilustrasi kemiskinan

Trenggalek- Kemiskinan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat maupun pemerintah. Pasalnya, rantai kemiskinan menjadi problem yang sulit diputus pada beberapa daerah. Penyebab kemiskinan pun beragam. Salah satunya, kemampuan masyarakat untuk mengakses makanan ataupun non makanan.

Ketua Tim Neraca Wilayah BPS Trenggalek, Farid Maaruf menyampaikan, ada serangkaian penyebab kemiskinan. Termasuk yang terjadi di Bumi Menak Sopal. “Tentu saja akses terhadap kemampuan masyarakat untuk bisa mengakses makanan atau non makanan,” ujarnya.

Farid mengatakan ketidakmampuan terhadap akses makanan dan non makanan dapat disebabkan berbagai efek domino. Bisa jadi karena akses terhadap pekerjaan minim. “Kenapa kurang? Mungkin karena pendidikannya kurang, jadi sebenarnya ini adalah sebuah rantai yang memang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, pengukuran kemiskinan di Trenggalek dilakukan berdasarkan tingkat pengeluaran masyarakat. Adapun pengukuran tersebut dilakukan setiap tahun oleh BPS. Yakni melalui survei sosial ekonomi nasional.

“Kalau BPS itu mengukur kemiskinan konsumsi yang dikonsumsi oleh masyarakat, lebih kepada pengeluaran baik itu pengeluaran makanan maupun pengeluaran yang non makanan,” paparnya.

Di Trenggalek, kemiskinan mengalami penurunan pada 2024. Berdasarkan data BPS Trenggalek, kemiskinan kini berada di angka 10,5 persen. Turun dari tahun sebelumnya yang berada di angka 10,63 persen. Di sisi lain, Trenggalek kini tercatat sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur (Jatim) yang berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga mencapai 0 persen.

“Hal tersebut juga telah diterbitkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada 2023 lalu,” imbuhnya.

Upaya penekanan angka kemiskinan ini sejalan dengan target yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). “Hal ini tentu membutuhkan kerja sama dari berbagai sektor, baik pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta," tutupnya. (kho/c1/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#kemiskinan #pekerjaan #akses #trenggalek #bps trenggalek