Trenggalek– Warna dasar hitam dan pastel dengan aneka motif batik pada sepasang busana yang dikenakan Direktur RSUD dr Soedomo, Rofiq Hindiono, dan istri, Nining Diana, berhasil mencuri poin juri.
Pada Lomba Batik Bertutur di Pendapa Manggala Praja Nugraha tiga malam lalu (11/12), RSUD dr Soedomo akhirnya meraih juara 1. Disusul, juara 2 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Trenggalek; juara 3 Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Trenggalek.
Juara harapan 1 diraih Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Trenggalek; dan juara harapan 2 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek.
Uniknya, lomba yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Korpri ini, para peserta tak lain para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk camat dan kepala desa. Tak pelak suasana pun semarak, selain banyaknya suporter dari masing–masing dinas, juga kelakar para penonton saat ada pose lucu dari peserta saat mendadak menjadi model.
Beruntung, sang istri, Nining, yang punya passion di fashion, pada lomba kemarin pun diambut antusias oleh supporter Rofiq dan Nining. Bersama desainer, konsep pemilihan motif dan model busana disepakati. Jadilah dress dan long blazer, tas dan high heels yang anggun dikenakan Nining, dan jas berpadu celana gelap kombinasi batik dikenakan Rofiq.
Tema dari busana tersebut adalah The Character of Trenggalek Milenial Leader. Desain jas memberikan kesan professional dan berkompeten, sedangkan long blazer memberi kesan elegan dan anggun. Ini juga bentuk dari menghormati dan menghargai sebuah acara.
Nenarik, ada motif Ludomo yang merupakan kepanjangan dari Lumba-Lumba Soedomo di dada dress yang dikenakan Nining. Kemudian, sulur cengkeh, miji timun, dan ayam bekisar. Motif ini nyatanya padat makna.
“Ludomo atau lumba–lumba Soedomo adalah logo RSUD dr Soedomo Trenggalek. Simbul penyelamat, ramah manusia, serta suka menolong,” jelas Rofiq.
Selanjutnya, sulur cengkeh menggambarkan karakter seseorang yang pantang menyerah, menjulur terus seperti sulur. Cengkeh sendiri gambaran salah satu hasil pertanian Kabupaten Trenggalek. Miji timun menggambarkan paras kecantikan seorang perempuan yang susunan giginya tampak putih bersih, rata, dan indah. Juga karakter yang sederhana, lemah lembut, dan bersahaja.
“Sedangkan ayam bekisar menggambarkan simbol keberanian dalam hal kebenaran, berjiwa tegar, kuat dalam menghadapi rintangan, gesit, milenial, dan berprestasi,” ujar Rofiq.
Sementara, dengan terselenggaranya Lomba Batik Bertutur ini juga memanggil Ketua Dekranasda Trenggalek Novita Hardini, yang tak lain istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. Anggota DPR RI ini rela terbang dari Jakarta untuk hadir di acara tersebut.
Perempuan cantik ibu tiga anak ini berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat dan panitia atas terselenggaranya acara yang berjalan dengan lancar. Dia berharap ini menjadi kalender event tahunan yang bisa menambah semangat mencintai batik Trenggalek.
"Tidak hanya memperagakan, tapi juga memakai, membeli, dan mempromosikan. Sehingga perputaran ekonomi di Trenggalek, melalui batiknya, melalui ekonomi kretifnya, bisa menjadi harapan Trenggalek masa depan," harap Novita.(tin/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa