Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ngeri, Ini Sejumlah Wilayah di Trenggalek yang Terdampak Longsor ataupun Tanah Gerak

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 20 Desember 2024 | 13:00 WIB

 

LICIN: Salah satu ruas jalan desa yang terdampak longsor.
LICIN: Salah satu ruas jalan desa yang terdampak longsor.

TRENGGALEK- Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah Trenggalek sejak Minggu (15/12) hingga Senin (16/12). Hal ini menyebabkan kejenuhan massa tanah di kawasan bertopografi miring dan berbukit. Karena itulah, memicu bencana tanah longsor dan tanah gerak di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono menyampaikan, ada tujuh desa di lima kecamatan terdampak longsor ataupun tanah gerak. Di antaranya, Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu; Desa Kayen, Kecamatan Karangan; serta tiga desa di Kecamatan Suruh yakni Desa Ngrandu, Desa Ngelebo, dan Desa Gamping.

Selain itu, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, dan Desa Pakel, Kecamatan Watulimo, juga mengalami kerusakan akibat tanah longsor.

Menanggapi situasi ini, BPBD Trenggalek bersama sejumlah pihak segera melakukan berbagai upaya penanganan. Langkah-langkah yang diambil di antaranya, kajian cepat untuk menilai dampak bencana dan kebutuhan warga terdampak, mendistribusikan bantuan logistik, menyiapkan lokasi pengungsian, dan menggelar kerja bakti pembersihan material longsor.

“Pengerahan alat berat seperti ekskavator juga dilakukan untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor,” ujar Triadi.

Selain itu, beberapa warga terpaksa mengungsi lantaran kondisi yang tidak memungkinkan apabila mereka tetap berada di rumah yang ada di wilayah terdampak bencana tersebut. “Beberapa warga terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau lokasi pengungsian yang telah disiapkan,” imbuhnya.

Hingga kini, BPBD masih terus mengumpulkan data terkait jumlah korban terdampak serta kerugian yang diakibatkan oleh bencana ini. Meski kondisi cuaca sudah mulai membaik, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di kawasan rawan longsor. BPBD juga mengingatkan warga untuk mematuhi arahan tim tanggap darurat guna menghindari risiko bencana yang lebih besar. Diharapkan, langkah tanggap darurat yang dilakukan dapat mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak lebih lanjut dari bencana ini. (kho/c1/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#mengungsi #hujan #tanah gerak #trenggalek #longsor