Trenggalek- Sepanjang 2024, kasus lakalantas di Bumi Menak Sopal tercatat 591 kasus. Jumlah itu turun dibanding 2023 yakni 624 kasus. Meski turun, jumlah korban meninggal dunia (MD) justru tingi. Yakni meningkat dari 48 orang pada 2023 menjadi 59 orang pada 2024.
Data itu disampaikan Wakapolres Trenggalek Kompol Herlinarto dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. “Tren perbandingan kecelakaan mengalami penurunan 5,9 persen, tapi korban MD naik 22,9 persen,” ungkapnya.
Herlinarto mengatakan, mahasiswa dan pelajar masih mendominasi korban laka sejak dua tahun terakhir. Pada 2024, ada 255 kecelakaan melibatkan mahasiswa ataupun pelajar, sedikit menurun dari 259 kasus pada 2023. Profesi lain seperti karyawan atau pekerja swasta juga menduduki peringkat kedua dengan 170 kejadian.
Dari segi usia, korban kecelakaan pada 2024 didominasi kelompok usia 16-21 tahun dengan 164 korban. Kemudian diikuti usia 51-59 tahun sebanyak 153 korban dan usia 22-30 tahun dengan 137 korban.
Sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan. Pada 2024, tercatat 909 kendaraan roda dua terlibat kecelakaan. Angka ini meningkat dibandingkan 881 kendaraan pada 2023. Mobil barang, bus, dan mobil penumpang menyusul di posisi berikutnya dengan jumlah yang lebih kecil. “Dominasi kecelakaan lalu lintas dengan jenis kendaraan sepeda motor masih sangat tinggi,” tegas Kompol Herli.
Faktor pengemudi masih menjadi penyebab utama kecelakaan di Trenggalek. Pada 2024, tercatat 571 kejadian disebabkan oleh pengemudi dibandingkan 645 kejadian pada 2023. Penyebab lainnya meliputi faktor alam, jalan, dan kendaraan, tetapi jumlahnya jauh lebih kecil.
“Penyebab kecelakaan karena faktor pengemudi masih mendominasi, baik karena mengantuk, kurang konsentrasi, atau tidak memahami medan jalan,” jelasnya.
Kerugian materiil akibat kecelakaan di tahun 2024 mencapai Rp 113,2 juta atau menurun dari Rp 124 juta pada 2023. Jumlah korban luka ringan juga menurun dari 826 korban pada 2023 menjadi 787 korban di tahun 2024.
Polres Trenggalek terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berkendara, terutama pengendara sepeda motor yang mendominasi angka kecelakaan. "Kami akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami pentingnya keselamatan berkendara," tandasnya. (kho/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa