Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ternyata Ini Penyebab Ekskavasi SItus Gondang di Trenggalek Terhenti

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 8 Januari 2025 | 14:05 WIB

 

ilustrasi ekskavasi
ilustrasi ekskavasi

Trenggalek– Kondisi Situs Gondang di Kecamatan Tugu, semakin memprihatinkan. Pasca ekskavasi kali terakhir pada 2023 lalu, hingga kini belum ada tindak lanjut signifikan terhadap benda bersejarah itu. Alasannya klasik, minim anggaran. Padahal, situs ini memiliki nilai sejarah yang berpotensi besar untuk mengungkap warisan budaya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto, menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) XI Jawa Timur untuk mendapatkan bantuan. Namun, keterbatasan dana di tingkat daerah menjadi hambatan utama.

"Koordinasi dengan BPK XI Jawa Timur terus kami lakukan untuk mencari peluang melanjutkan ekskavasi Situs Gondang. Namun, mereka juga terkendala anggaran," ungkapnya.

Dia mengatakan, ekskavasi Situs Gondang sangat penting. Saat ini, progres ekskavasi baru sekitar 75 persen. Sisanya, yang hanya 25 persen lagi, diyakini akan memberikan petunjuk penting terkait fungsi situs, apakah sebagai candi induk atau perwara.

"Masih ada satu sudut yang belum digali, tetapi kami belum memperluas area ekskavasi. Koordinasi dengan BPK Jawa Timur sangat penting untuk pendampingan,” tambahnya.

Ekskavasi pada 2023 telah menemukan berbagai artefak, seperti tiga arca relief dan dua hiasan atap bangunan dalam kondisi utuh. Hingga kini, total 15 arca telah ditemukan, dengan tinggi rata-rata 33–38 sentimeter, menyerupai temuan di Candi Gunung Gangsir, Pasuruan. Namun, temuan tersebut masih sebatas dugaan awal karena belum ditemukan prasasti pendukung.

Struktur candi diperkirakan berbentuk persegi dengan ukuran 5,8 x 5,8 meter, peninggalan era Mataram Kuno. Ekskavasi juga mengungkap dinding bata kulit di sisi selatan yang tampak terputus, dengan sisa dua bata segaris di sisi barat. Pada kedalaman 160 sentimeter, ditemukan beberapa artefak seperti lingga batu putih, relief arca, artefak batu berbentuk segi delapan, serta batu kotak.

Namun, indikasi keberadaan perwara belum ditemukan. “Semua temuan telah diamankan. Kami bercita-cita membangun museum di Trenggalek untuk menyimpan dan memamerkan hasil ekskavasi ini,” tandas Sunyoto.

Sayangnya, proyeksi APBD 2024 tidak cukup mendukung untuk melanjutkan ekskavasi, sementara untuk 2025 masih menunggu revisi anggaran pertengahan tahun. Potensi Situs Gondang untuk menambah khazanah sejarah dan budaya Trenggalek pun terancam terhenti jika kendala ini tidak segera teratasi. (kho/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#Disparbud Trenggalek #balai pelestarian kebudayaan #situs gondang trenggalek #sejarah #trenggalek #ekskavasi #anggaran