Trenggalek- Para peternak di Trenggalek bisa sedikit bernafas lega terkait merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebab, Dinas Peternakan (Disnak) Trenggalek telah menerima 140 botol vaksin PMK, Kamis (16/1). Jumlah itu setara dengan 3.500 dosis. Diharapkan vaksin itu bisa menghentikan wabah PMK.
Kepala Disnak Trenggalek, Joko Susanto, menyampaikan, vaksin tersebut merupakan distribusi dari Kementerian melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. “Vaksin tiba pada sore hari sebelumnya (Rabu, Red). Langkah selanjutnya, kami akan mengumpulkan para medis untuk teknis pelaksanaan vaksinasi PMK di 14 kecamatan,” ujarnya.
Joko mengatakan, prioritas vaksinasi diberikan kepada sapi yang sehat. Terutama di desa-desa yang belum terdampak PMK. “Setiap kecamatan akan menerima 10 botol vaksin atau sekitar 250 dosis,” imbuhnya.
Vaksin PMK diberikan secara gratis kepada peternak, dengan total 3.500 sapi menjadi target vaksinasi. Dirinya juga menyampaikan bahwa pengiriman vaksin tahap berikutnya diprediksi akan tiba pada Februari 2025.
Untuk hewan ternak yang sudah terpapar PMK, Disnak melakukan pengobatan intensif. “Kami memberikan antibiotik, serta merawat kuku yang terinfeksi secara berkala,” ungkapnya saat diwawancara sejumlah awak media.
Sebelum vaksin tiba, stok vaksin PMK sempat kosong di Dinas Peternakan Trenggalek. Beberapa peternak bahkan membeli vaksin secara mandiri dengan harga Rp 450 ribu hingga Rp 650 ribu per botol, yang dapat digunakan untuk 25 ekor sapi. Namun, biaya tersebut belum termasuk ongkos kirim, pengemasan, dan jasa tenaga medis untuk penyuntikan.
Bagi peternak yang tidak mampu membeli vaksin, Joko menyarankan langkah pencegahan lain. Yakni mengisolasi sapi yang bergejala, menjaga kebersihan kandang, dan memberikan nutrisi optimal. “Pemberian nutrisi, termasuk empon-empon, dapat meningkatkan imunitas sapi sehingga lebih tahan terhadap serangan virus,” paparnya.
Dengan kedatangan vaksin ini, diharapkan dapat membantu peternak menjaga kesehatan ternak mereka. Selain itu, kehadiran vaksin ini dihaparkan mampu menekan penyebaran PMK di Kabupaten Trenggalek yang kini telah menjangkit ratusan ternak milik warga. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa