Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perusakan Polsek Watulimo, Ketua IPSNU Pagar Nusa Trenggalek Amin Tohari Tegaskan Kecam Aksi Anarkis

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 25 Januari 2025 | 23:05 WIB
SINERGI: Ketua IPSNU Pagar Nusa Trenggalek, Amin Tohari (kiri), bersama Kapolres Trenggalek AKBP Indra Ranu Dikarta
SINERGI: Ketua IPSNU Pagar Nusa Trenggalek, Amin Tohari (kiri), bersama Kapolres Trenggalek AKBP Indra Ranu Dikarta

TRENGGALEK- Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa Trenggalek mengecam keras aksi perusakan Polsek Watulimo. Hal itu diungkapkan Ketua IPSNU Pagar Nusa Trenggalek, Amin Tohari, Jumat (24/1). Dia juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada polisi.

"Terkait dengan itu (perusakan Polsek Watulimo, Red), kami dari organisasi Pagar Nusa secara resmi tidak ada kaitan dengan aksi tersebut. Karena itu dilakukan atas inisiatif pribadi masing-masing. Organisasi mengecam keras tindakan seperti itu, oleh siapapun," tegas Amin Tohari, saat ditemui di Polres Trenggalek. 

Dia pun menyayangkan tindakan brutal yang merusak fasilitas institusi negara. Selain itu, menegaskan bahwa organisasi tidak pernah menginstruksikan pengumpulan massa ataupun unjuk rasa di Polsek Watulimo.

"Pengurus Pagar Nusa setempat mengetahui kejadian tersebut pada malam hari dan segera datang ke lokasi untuk meredam aksi massa. "Namun saat sampai di sana, massa sudah tidak kondusif," jelas Amin. 

Amin melanjutkan, beberapa anggota Pagar Nusa terlibat dalam aksi tersebut, meskipun sebagian besar massa berasal dari luar Trenggalek. "Jadi lebih banyak yang dari luar kabupaten, luar Watulimo," imbuhnya. 

Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta, mengatakan, pimpinan IPSNU Pagar Nusa dan IKSPI Kera Sakti telah menyatakan dukungan terhadap proses hukum kasus tersebut.

"Kami sudah bertemu dengan pimpinan kedua organisasi. Alhamdulillah responsnya sangat positif, mereka mendukung penuh penegakan hukum dan sepakat meredam anggotanya agar tidak melakukan aksi anarkisme," jelas Indra. 

Sementara itu, Ketua IKSPI Kera Sakti Cabang Trenggalek, Arif Wibisono, belum dapat memberikan keterangan. Hal ini karena kondisi kesehatannya belum pulih. 

Seperti diketahui, aksi anarkis di Polsek Watulimo yang diduga dilakukan massa salah satu perguruan silat membuat sejumlah kerusakan. Kaca dan genteng polsek pecah, pagar ambruk, dan tiga polisi terluka. Masyarakat setempat juga ketakutan. Sebab, massa yang berkumpul cukup banyak. Kini, kasus tersebut ditangani Polda Jatim. Polisi terus memburu para pelaku yang terlibat. Ada sembilan tersangka yang telah diamankan. Namun jumlah itu masih bisa bertambah. (kho/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#polres trenggalek #pesilat #pagar nusa #trenggalek #Polsek Watulimo #anarkis #polisi