Trenggalek– Aksi anarkis massa pesilat dari salah satu perguruan yang merusak Polsek Watulimo masih disorot banyak pihak. Termasuk pihak eksekutif. Indikasinya, Bupati Moch Nur Arifin mewacanakan pembekukan kegiatan pencaksilat. Tentu saja hal tersebut tak bisa dilakukan sepihak. Butuh kajian matang dalam mengambil keputusan.
Wacana pembekuan kegiatan pencak silat juga langsung direspon Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki. Dirinya berharap, keputusan yang akan diambil bisa dipertimbangkan kembali.
"Pembekuan itu menurut saya untuk sebuah perguruan yang secara nyata melakukan pelanggaran besar dampaknya besar. Tetapi kalau itu dilakukan oleh beberapa oknum anggota perguruan pencak silat ya mohon bisa dipertimbangkan lagi," paparnya.
Sigid menyampaikan, pencak silat merupakan salah satu olahraga bela diri yang memberikan prestasi bagi Trenggalek.
"Pencak silat adalah salah satu cabang olahraga yang telah berhasil memberikan kebanggaan Kepada seluruh masyarakat Trenggalek. Para atlet selalu menyumbangkan medali emas," ujarnya.
Dia juga menegaskan, pencak silat telah memberikan prestasi secara konsisten sejak belasan tahun lalu. Baik dalam event olahraga tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan di tingkat ASEAN.
“Trenggalek mampu menyumbangkan medali emas secara konsisten lebih dari 15 tahun," ungkapnya.
Pria ramah itu menambahkan, perguruan silat menjadi salah satu sarana untuk menjaga kelestarian budaya di Indonesia. "Organisasi perguruan silat itu bergiat dalam pelestarian warisan budaya bangsa, sehingga pencak silat itu sesungguhnya sangat bagus. Apalagi pencak silat telah diakui oleh UNESCO," paparnya.
Dirinya juga berharap jika stigma negatif yang kini disandangkan pada pencak silat di Trenggalek dapat diubah menjadi pandangan positif dengan berbagai prestasi yang bisa dicapai. "Kalau sisi positif kami beri porsi yang besar, kami juga berharap di sisi negatif agar bisa diubah potensinya menjadi positif, harapan kami seperti itu," tandasnya. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa