TRENGGALEK – Sejumlah lapak di Pasar Durenan, Trenggalek terlihat masih berdiri meski kian memprihatinkan. Karena banyak lapak di Pasar Durenan itu yang rusak, hingga membuatbnya sepi pembeli.
Kondisi pasar durenan yang semakin usang dan minimnya pemeliharaan berdampak pada kunjungan masyarakat ke lokasi pasar. Alhasil, tawar menawar antara pembeli dan pedangan menurun.
“Katanya 2025 mau dibangun lagi, namun saat ini idak ada perbaikan dari pemerintah.” ujar Sutarmi salah satu pedagang di Pasar Durenan.
Memang saat ini pasar durenan tidak layak pakai, banyak lapak yang sudah rapuh, serta rumput yang tumbuh di seluruh pasar. Alhasil, banyak kios-kios pedagang yang sudah tertutup rapat alias tidak beroperasi lagi.
“Dulu para pedagang pakaian banyak. Sekarang tempatnya sudah rusak, sehingga membuat para pedagang gulung tikar,” terangnya.
Sutarmi mengaku, para pedagang tidak hanya tinggal diam. Mereka sudah melakukan aksi protes kepada pemerintah desa, namun hasilnya tetap nihil. Meski para pedagang sudah membayar sewa setiap bulan, fasilitas yang rusak tidak kunjung ada perbaikan.
Pedagang pakaian tersebut mengungkapkan, kondisi sepi pembeli sudah berlangsung sekitar 10 tahun, sejak pindahnya pasar hewan.
“Dulu pasar hewan jadi satu dengan pasar durenan, ramai pembeli saat itu. Pada 2015 pasar hewan digusur, semenjak itu para pembeli berkurang,” jelas wanita 54 tahun tersebut.
Wanita ramah tersebut mengatakan, saat ini pedagang yang masih bertahan kebanyakan dari pedagang sayur dan pakaian. Menurutnya, salah satu keinginan bertahan adalah masih banyak pembeli langganan setia tetap datang.
“Meski omzet yang didapat tidak menentu, yang penting ulet dan telaten dalam bekerja.” nya. Terang pedagang selama 23 tahun tersebut.
Sutarmi berharap, pemerintah desa bisa mendengar keluhan para pedagang yang masih bertahan di pasar durenan. Alhasil, bisa memperbaiki infrastruktur pasar supaya bisa ramai dan para masyarakat bisa berkunjung ke lokasi pasar. Menurutnya, dengan kembalinya pasar hewan, bisa membuat pasar kembali hidup dan memiliki banyak pembeli.
“Para pedagang ini masih berharap untuk bisa diperbaiki kembali, meski hanya pasar tradisional, namun bisa memberi rezeki pada rakyat kecil seperti kami,” tandasnya. (mg1/jaz)
Editor : Zaki Jazai