TRENGGALEK- Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi salah satu identitas yang penting untuk dimiliki. Hal ini lantaran KTP nantinya akan digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan sebagai tanda bahwa orang tersebut merupakan warga dari wilayah tersebut.
Di Trengglek, sebanyak 5.672 warga terancam kehilangan status kependudukan mereka setelah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Trenggalek mengusulkan penonaktifan data kependudukan.
Usulan tersebut telah dilontarkan sejak 27 November 2024, bertepatan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Trenggalek.
Kepala Disdukcapil Trenggalek, Ririn Eko Utoyo, menjelaskan bahwa usulan ini telah diajukan kepada pemerintah pusat.
Hal ini karena ribuan warga tersebut belum melakukan perekaman biometrik untuk KTP elektronik (KTP-El).
"Totalnya ada 5.672 data kependudukan yang kami usulkan statusnya nonaktif karena belum rekam biometrik. Sementara, data yang sudah nonaktif ada di pusat," ungkap Ririn.
Ririn mengungkapkan bahwa mayoritas warga yang belum melakukan perekaman berada di perantauan atau sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
"Karena yang kami himpun dari pemerintahan desa, masalahnya seperti itu. Tapi kami tetap akan berusaha maksimal," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa warga yang telah dinonaktifkan masih memiliki kesempatan untuk mengaktifkan kembali data kependudukan mereka. Caranya dengan melakukan perekaman biometrik di kantor Disdukcapil.
Disdukcapil menjelaskan bahwa warga Trenggalek yang status kependudukannya dinonaktifkan bisa mengaktifkan kembali KTP mereka dengan beberapa tahapan.
Mereka harus melakukan perekaman biometrik KTP-El di kantor Disdukcapil Trenggalek atau layanan kependudukan terdekat.
Selanjutnya, merekaharus mengajukan permohonan pengaktifan kembali melalui sistem administrasi kependudukan.
Lalu, mereka harus menunggu proses validasi dan aktivasi ulang yang dilakukan oleh pusat.
"Kalau sudah rekaman nanti ada usulan pengaktifan kembali. Saya juga melihat data terkini dari pusat yang sudah statusnya nonaktif belum dirilis," tutup Ririn. (kho)