Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Polres Trenggalek Geber Operasi Keselamatan Semeru 2025, Ini 10 Titik yang Disasar

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 11 Februari 2025 | 05:04 WIB

Penyematan pita pada personel kepolisian, polisi militer, dan dishub di halaman Mapolres Trenggalek (POLRES TRENGGALEK)
Penyematan pita pada personel kepolisian, polisi militer, dan dishub di halaman Mapolres Trenggalek (POLRES TRENGGALEK)

RADAR TRENGGALEK – Kecelakaan lalu lintas masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat Trenggalek.

Alhasil masyarakat Trenggalek dituntut untuk lebih meningkatkan kesadaran berlalu lintas.

Baca Juga: Hati-Hati Lewat Jalur Ini, Berikut Lokasi Prioritas Operasi Keselamatan Semeru 2025

Hal inilah yang mendasari pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2025 di wilayah hukum Polres Trenggaleek selama 14 hari ke depan.

Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta mengatakan, tujuan Operasi Keselamatan Semeru 2025 untuk menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Sebab kesadaran masyarakat dalam berkendara menjadi faktor krusial dalam menekan angka kecelakaan.

Baca Juga: Pengendara Motor di Trenggalek Kaget Dihentikan Polisi, Bukan Ditilang Justru Diberi Ini

“Banyak kecelakaan disebabkan oleh pelanggaran lalu lintas, seperti melanggar aturan, berkendara ugal-ugalan, penggunaan ponsel saat berkendara, serta rendahnya kesadaran akan keselamatan di jalan,” jelasnya.

Menurut data Ditlantas Polda Jatim, angka kecelakaan di Jawa Timur memang menunjukkan tren penurunan sebesar 12,37 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, upaya peningkatan keselamatan tetap menjadi prioritas.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Trenggalek Hari Ini, Cabai Rawit Merah Dibanderol Rp 47.000 Per Kilogram

“Memang jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga menurun sekitar 9,66 persen, tetapi ini tetap angka yang harus terus ditekan,” katanya.

Karena itu, ke depan polisi akan fokus menyasar pengendara yang melanggar aturan.

Seperti tidak memakai helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, hingga melawan arus dan menerobos lampu merah.

Selain itu, kawasan rawan kecelakaan atau black spot di Trenggalek juga menjadi perhatian utama.

Kawasan tersebut seperti, Jalur Trenggalek-Tulungagung di Desa Kamulan dan Baruharjo, Kecamatan Durenan, Lingkar Kota Trenggalek serta Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) Alun-Alun Trenggalek.

“Kami akan menurunkan 80 personel gabungan dalam operasi ini, dengan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis, agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” terang Indra.

Baca Juga: Pemancing Hilang Terseret Ombak di Trenggalek Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Damas

Untuk mengoptimalkan hasil operasi, polisi akan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif.

Termasuk mengedukasi kaum milenial yang menjadi kelompok rentan dalam kecelakaan lalu lintas.

Sehingga diharapkan operasi yang dilakukan tersebut dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di Trenggalek.

Baca Juga: Awas, 50 Lubang Bertebaran Antara Jalan Kanjeng Jimat hingga Simpang Bendorejo Trenggalek

Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga seluruh pengguna jalan.

“Nantinya dalam operasi ini kami akan melakukan perhatian khusus pada pelanggaran yang dilakukan anak-anak muda, seperti berkendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, dan penggunaan knalpot brong,” kata Indra. ****

 

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#polres trenggalek #lalu lintas #trenggalek #Operasi Keselamatan Semeru 2025 #black spot