Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nasib Jalur Lingkar Durenan (JLD) di Trenggalek Makin Ngambang, 10 Tahun Nihil Perkembangan

Wanda Asmah Khoiriyah • Senin, 17 Februari 2025 | 02:39 WIB

Kondisi Jalur Lingkar Durenan Trenggalek yang mirip jalur off road. (WANDA AK/RADAR TRENGGALEK)
Kondisi Jalur Lingkar Durenan Trenggalek yang mirip jalur off road. (WANDA AK/RADAR TRENGGALEK)

RADAR TRENGGALEK - Sepuluh tahun sudah berlalu. Proyek jalan lingkar Durenan (JLD) yang dibangun di tanah aset Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Trenggalek mangkrak.

Bahkan sampai detik ini tidak ada kejelasan apakah pembangunan jalur di Trenggalek timur itu diteruskan atau tidak.

Baca Juga: Baru 77 Persen dari Total 1.775 Kilometer Jalan Kabupaten Ditangani, Ini Kata Dinas PUPR Tulungagung

Mengingat, jalur yang tembus di selatan Terminal Durenan Trenggalek ini masih berupa tanah.

Akibatnya sangat becek begitu hujan turun dan sering membuat pelintas terjatuh.

Trimo, salah seorang pemilik warung di sekitar jalan lintas mengatakan, jalan rusak tersebut sudah banyak memakan korban.

Baca Juga: Kesulitan Anggaran, Ratusan Kilometer Jalan Rusak di Tulungagung Sulit Diperbaiki

Kondisi jalan yang licin saat musim hujan membuat para warga kerap kali jatuh.

"Kan memang dari muka jalan tidak tampak kerusakan. Namun, saat tengah jalan, banyak genangan air yang membuat licin. Sehingga banyak masyarakat yang terkecoh lewat jalan ini," imbuhnya.

Pria ramah ini melanjutkan, pembangunan jalan sejak 2015 tak kunjung rampung hingga sekarang.

Baca Juga: Pedagang Pasar Durenan Trenggalek Mengeluh, Ternyata Selain Sepi Juga Banyak yang Rusak

Bahkan, jalan yang masih berupa tanah dan bebatuan tersebut, kini sudah ditumbuhi rerumputan di sekitarnya.

"Proyek jalan tersebut milik pemda, dibeli dan dibangun oleh pihak pemerintah," terangnya.

Kondisi jalan yang terbentang hingga sepanjang 73 meter tersebut sudah banyak berlubang dan bergelombang.

Alhasil saat musim hujan dapat dipastikan jalan tergenang oleh air dan mudah licin.

Struktur jalan yang masih berupa tanah itu membuat para warga enggan melewati jalan lintas buatan pemkab tersebut.

Hadirnya proyek jalan lintas dianggap strategis lantaran untuk meningkatkan akses bus yang menuju terminal.

Baca Juga: Ngeri, Jalan Desa Gador Kecamatan Durenan Tinggal Tanah dan Batu

Selain itu, keberadaan jalan bertujuan membantu Pasar Durenan lebih ramai untuk mendukung sektor ekonomi.

Kendati demikian, rencana yang dicanangkan sejak 2007 tersebut hanya tinggal cerita.

Pria ramah tersebut mengatakan telah ada rencana bahwa jalan lintas akan dibangun kembali untuk jalur melalui pasar hewan pada 2026.

Baca Juga: Tak Sekadar Jaga Kebersihan, Begini Cara Desa Kamulan Kecamatan Durenan Raih Hasil Manis dalam Lomba Adipura Desa

Menurutnya, pasar hewan merupakan salah satu pasar terbesar di Trenggalek.

Alhasil untuk mobilitas para pedagang hewan lebih mudah dan cepat.

"Ini kan rancangan dari pemerintah, pihak desa juga tidak ikut campur. Semoga jalan tersebut bisa diperbaiki segera," tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Trenggalek Anjang Purwoko mengatakan, pihaknya sebenarnya tetap mewacanakan untuk menyelesaikan pembangunan JLD.

Baca Juga: Inovatif, Robotika Ekstrakurikuler Iconik SMAN 1 Durenan

Hanya saja, saat ini pihaknya lebih memprioritaskan perbaikan sejumlah jalan kabupaten yang kondisinya rusak.

Mengingat anggaran untuk perbaikan infrastruktur pun berkurang akibat refocusing dari pemerintah pusat.

“Kalau anggaran tersedia tentu JLD kami lanjutkan lagi,” terangnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#trenggalek #jld #jalur lingkar durenan #durenan #jalan