POGALAN, Radar Trenggalek - Keindahan Taman Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, saat malam hari sedikit berkurang. Pasalnya, ada beberapa huruf di Taman itu tak menyala. Alhasil, itu mengurangi keindahan Taman yang berada di pinggir jalan nasional Trenggalek-Tulungagung itu.
Edi, salah seorang pengguna jalan mengaku mengetahui beberapa lampu yang menunjukkan taman desa itu mati saat dirinya sampai ke angkringan sekitar pukul 21.00. "Kurang tahu sejak kapan mati, tapi saya tadi datang sudah begitu," ungkapnya.
Menurut dia, huruf-huruf itu menunjukkan tulisan Taman Desa Kedunglurah. Hanya, 16 huruf mati, sedangkan empat huruf sisanya masih menyala. "Yang nyala hanya huruf U, R, A, H," cetus warga Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan itu.
Edi tak memungkiri, dampak dari beberapa huruf yang lampunya mati itu membuat keterbacaan jadi kurang jelas, terutama ketika malam. Apalagi, sambung dia, ketika dilihat dari traffic light sebelah timur. "Mungkin saja ada pengguna jalan yang tidak tahu ini di daerah mana. Kalau lihat nama Desa Kedunglurah, bisa jadi dia tahu kalau sedang berada di Kecamatan Pogalan, Trenggalek," jelas dia.
Di sisi lain, kata dia, ketika lampu penunjuk taman desa mati, juga membuat keindahan taman berkurang saat malam hari. Menurut dia, nama papan desa itu juga sering digunakan para remaja untuk foto-foto. "Penting juga untuk diperbaiki sebagai tanda kalau taman itu masih dirawat," harapnya.
Hal senada juga diungkapkan pengguna jalan lain, Eko Wahyudi. Menurut dia, meski sebagian lampu huruf Taman Desa Kedunglurah mati, masih tetap terbaca. Meskipun, hanya untuk jarak dekat. "Kalau diamati saksama dari dekat masih terlihat," tegasnya.
Sampai berita ini ditulis, Kades Kedunglurah, Kecamatan Trenggalek, Istajib belum dapat dikonfirmasi mengenai penanganan beberapa lampu pada huruf Taman Desa Kedunglurah yang mati. (*)
Editor : Choirurrozaq