Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

PPDB Kedua Ditutup, Pagu Belum Terpenuhi

Dharaka Russiandi Perdana • Rabu, 12 Juli 2017 | 15:34 WIB
ppdb-kedua-ditutup-pagu-belum-terpenuhi
ppdb-kedua-ditutup-pagu-belum-terpenuhi

Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) tampaknya bakal mengevaluasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN/ SMKN tahun ini. Pasalnya, ketika  penutupan PPDB online tahap kedua kemarin (11/7), khususnya di Kota Keripik Tempe hampir keseluruhan SMAN/ SMKN masih kekurangan siswa alias pagu belum tercukupi.


Berdasarkan data yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek melalui website resmi PPDB Dispendik Provinsi Jatim, hingga pendaftaran di sekolah ditutup pukul 15.00 kemarin, hanya SMAN 1 Trenggalek yang pagunya terpenuhi. Karena jatah yang dibuka untuk sekolah tersebut pada PPDB online tahap kedua hanya tiga siswa.


Sedangkan, untuk SMAN lainnya pendaftar masih kurang lebih dari setengah yang diperlukan. Hal itu seperti  terjadi di SMAN 1 Durenan, hingga berita ini ditulis pendaftar PPDB Online kedua masih 10 siswa. Padahal kekurangan pagu sebanyak 43 siswa. “Memang masih ada waktu hingga pukul 24.00 nanti (kemarin-Red), namun tampaknya jumlah pendaftar sulit bertambah,” ungkap Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Durenan, Muharianto.


Lanjut dia, dimungkinkan karena mayoritas lulusan SMP sederajat takut tidak diterima pada sekolah ketika mendaftar. Sebab, dalam proses pendaftaran PPDB online tahap pertama diberlakukan sistem zonasi, sehingga siswa di luar  zonasi maupun dari luar daerah takut tidak terima sebelum mendaftar. Sehingga, daripada mengambil risiko mereka memilih mendaftar ke SMKN yang tidak diberlakukan sistem zonasi.


Itu mengingat letak sekolah di daerah perbatasan antara Kecamatan Durenan dan Pogalan yang beda zonasi, ditambah perbatasan antara Trenggalek dengan Tulungagung. Sebab di tahun-tahun sebelumnya banyak siswa dari daerah Kecamatan Bandung, Tulungagung yang mendaftar di sekolah tersebut, namun karena sistem zonasi,  mungkin mereka takut mendaftar karena kuota siswa dari luar kabupaten dibatasi. “Makanya saat pendaftaran tahap kedua ini sistem zonasi dihapus, namun mungkin itu tak berpengaruh banyak sebab mayoritas siswa telah memiliki sekolah,” ujar Harianto.


Di lain pihak Ketua Panitia PPDB SMKN 1 Pogalan Hari Winarno menambahkan, sebenarnya berdasarkan data yang ada ketika pengambilan personal identification number (PIN) jumlah peserta yang mengambil sudah memenuhi pagu. Namun, kenyataanya setelah dilakukan pendaftaran sekolah masih kekurangan 41 siswa untuk memenuhi pagu. “Sebenarnya ketika pengumuman PPDB online kekurangan kami ada 36 siswa, namun ada lima siswa tak daftar ulang sehingga jatahnya dimasukan dalam PPDB ini,” katanya.


Itu terjadi karena dua jurusan yang mengalami kekurangan yaitu tata busana 11 siswa serta tata kecantikan kulit dan rambut 25 siswa merupakan jurusan baru. Sehingga, dimungkinkan kurangnya sosialisasi yang membuat kedua jurusan tersebut kurang diminati lulusan SMP sederajat saat ini. “Padahal tahun sebelumnya ada sekitar 500 hingga 600 siswa yang mendaftar di sini kami tolak, namun saat ini malahan sebaliknya dan semoga saja ada pemecahan terkait ini,” tuturnya.



Dikonfirmasi terpisah Kepala Cabang Dispendik Provinsi Jatim wilayah Trenggalek, Supriyadi menjelaskan, nanti seluruh hasil PPDB online tahap kedua ini akan dilaporkan ke Dispendik untuk kebijakan selanjutnya. Itu mengingat segala sesuai terkait PPDB diputuskan oleh Dispendik, sehingga daerah hanya sebagai pelaksana. “Jika pagi masih belum terpenuhi saya belum bisa membuat banyak nantinya apa yang dilakukan, sebab masih menunggu instruksi dari Dispendik untuk kebijakan selanjutnya,” jelasnya. (*)

Editor : Dharaka Russiandi Perdana