TULUNGAGUNG – Suhu udara yang kering dan debu berterbangan perlu diwaspadai. Sebab, dapat memicu permasalahan kesehatan, salah satunya diare. Diare bisa timbul dari makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan debu. Jumlah penderita diare pada musim kemarau biasanya meningkat. Lantaran dipengaruhi rendahnya tingkat higienitas.
Menurut dokter spesialis anak, Emi Yuliati, penyakit yang umum terjadi saat kemarau adalah diare dan infeksi saluran pernafasan akut (ispa). Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terkena penyakit ini.
“Anak-anak usia sekolah yang paling rentan kena karena mereka sudah mengenal jajan di luar rumah dan aktivitas di luar ruangan juga. Kalau sistem kekebalan tubuhnya tidak bagus, pasti kena diare,” jelasnya kemarin (13/9).
Sebenarnya, diare menjadi salah satu cara bagi tubuh untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada dalam sistem pencernaan. Sehingga diare menjadi hal umum.
“Diare perlu diwaspadai ketika frekuensi buang air besar lebih dari tujuh kali dalam sehari. Dan dapat mengganggu aktivitas bahkan sampai dehidrasi,” tutur wanita ramah ini.
Diare merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek hingga cair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasanya. Yaitu empat kali atau lebih dalam sehari. Diare terbagi menjadi dua jenis berdasarkan lamanya diare tersebut berlangsung. Pertama, diare akut yang berlangsung kurang dari dua minggu. Kedua, diare kronis yang berlangsung lebih dari dua minggu.
Selain itu, wanita berambut pendek ini menjelaskan bahwa penyebab paling umum anak diare adalah karena virus.
“Penyebab diare ada macam-macam seperti virus, bakteri, dan jamur. Tapi paling umum pada anak karena virus,” jelasnya.
Dia mengimbau agar masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan, terutama pada makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Selain itu, untuk menghindari dehidrasi saat diare, orang tua dapat memberikan larutan gula dan garam. Ini untuk menggantikan cairan yang hilang dalam tubuh.
“Tetap berikan makanan atau minuman seperti biasa. Sebaiknya hindari untuk jajan di luar. Anak dapat diberi larutan gula garam agar tidak mudah dehidrasi,” tandasnya.
Selain faktor makanan dan minuman, faktor kebersihan lingkungan juga turut berpengaruh timbulnya diare. (nda/ed/din)
Editor : Anggi Septian Andika Putra