Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tersandung Masalah Ekonomi, Pilih Mati Dengan Cara Tragis

Didin Cahya Firmansyah • Minggu, 7 Oktober 2018 | 16:24 WIB
tersandung-masalah-ekonomi-pilih-mati-dengan-cara-tragis
tersandung-masalah-ekonomi-pilih-mati-dengan-cara-tragis

TULUNGAGUNG- Warga Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Sabtu (6/10) sekitar pukul 21.00 digegerkan dengan penemuan salah satu warga setempat yang tewas gantung diri. Sumadi, warga setempat ditemukan dengan keadaan tergantung menggunakan tali yang terbuat dari kain sarung.


Diduga, kenekatan gantung diri yang dilakukan pria berusia 50 tahun tersebut akibat tersandung masalah ekonomi yang dialami keluarganya. Sumadi ditemukan tidak bernyawa di ladang dekat pantai sanggar milik Perhutani, masuk Dusun Ngelo.


Kasubbag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji mengatakan, gantung diri yang dilakukan korban diketahui oleh warga berkat kecurigaan yang alami keluarganya. Sebab, yang biasanya pulang sebelum Magrib, korban tidak kunjung pulang. “Korban ini aktivitas seperti biasanya, dan keladang dekat Pantai Sanggar, biasanya pulang agak awal, ini sesudah Magrib belum pulang juga,” jelasnya.


Menurut dia, dari kecurigaan itulah warga sekitar mulai berkumpul dan ramai-ramai mencari korban di ladang milik tanah Perhutani, yang lokasinya dengan pantai selatan. Alhasil, sekitar pukul 20.00, warga berhasil menemukan korban dengan keadaan tergantung. “Pencarian yang dilakukan warga berhasil, korban ditemukan, namun dalam keadaan meninggal dunia gantung diri,” ungkapnya.


Pria dengan pangkat dua balok di pundak itu menjelaskan, saat ditemukan, kondisi kaki korban berada di atas tanah, dengan leher terikat dengan tali yang terbuat dari kain sarung yang dikaitkan dengan pohon. “Posisi korban masih menggunakan pakaian lengkap,” ujarnya.


Mengetahui hal tersebut, warga langsung memberitahukan kepada perangkat desa setempat, dan di teruskan kepada aparat kepolisian. Tidak membutuhkan waktu lama, pihaknya meluncur ke lokasi kejadian. “Pihak kami, beserta warga dan TNI, langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban,” ungkapnya.


Barang bukti yang diamankan dari korban yakni sarung berwarna biru yang di gunakan untuk mengaitkan di pohon dan leher, celana panjang yang di kenakan korban warna hitam, kaos warna biru, serta sepatu putih. “Barang-barang itu semua kami bawa sebagai barang bukti,” ujarnya.


Dari hasil otopsi yang dilakukan oleh dokter, tidak ada tanda kekerasan yang di alami oleh korban. Pihak keluarga menerima atas kematian korban, dan langsung di bawa ke rumah duka dan selanjutnya dilakukan pemakaman. “Keluarga juga sudah menerimanya, kemungkinan besar ini terjadi akibat faktor ekonomi,” jelasnya. 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung