TULUNGAGUNG – Pengunjung Gunung Budheg di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, mendapat tambahan lokasi untuk beristirahat sebelum naik ke puncak. Yakni ada dua gazebo yang berada di lereng barat atau berada di belakang pos pendakian. Kendati demikian, pemerintah desa setempat tetap berharap ada penambahan sarana dan prasarana lagi.
“Sebenarnya kami sudah bersyukur, lokasi wisata di situ ada tambahan fasilitas,” kata Yahman, kades setempat kemarin (29/10).
Menurut dia, penambahan sarana dan prasarana (sarpras) memang menjadi salah satu solusi untuk menarik minat pengunjung. Apalagi di wilayah desa setempat, Gunung Budheg memang menjadi lokasi wisata andalan. Sehingga sebisa mungkin semua terlibat untuk mendukung keberadaannya.
“Makanya, kami membayangkan jika ada wahana baru. Tentunya semakin banyak yang datang,” jelasnya.
Pria paro baya ini mengakui, kini di lokasi tersebut memang sudah tersedia sejumlah sarpras pendukung. Yakni ada bantuan dari pemkab, berupa pembangunan toilet dan taman. Kendati demikian, sarpras yang ada sekarang harus ditambah sedemikian rupa agar semakin layak dijual.
“Kami pun sebenarnya berancang-ancang untuk menggelontorkan dana dari desa. Sudah ada perjanjian kerja sama (PKS) lintas instansi,” tuturnya.
Meskipun begitu, hal tersebut tampaknya baru terealisasi minimal tahun depan. Sehingga pemerintah desa juga bisa ikut berpartisipasi dalam mengembangkan kawasan ini. Walaupun untuk seberapa banyak tingkat kunjungan wisatawan, yang lebih memahami adalah pokdarwis.
“Kami harus juga ikut cawe-cawe dalam pengembangannya,” ujarnya.
Sementara itu, Agus Utomo, Ketua LMDH Wono Yoso mengakui, kunjungan terbanyak selalu pada malam Minggu atau menjelang liburan. Karena banyak anak muda yang mendaki dan menginap di puncak.
“Saat ramai ada sekitar 100 orang yang naik ke puncak untuk berkemah,” ungkapnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah