TULUNGGUNG- Warga Desa/Kecamatan Campurdarat tentu terkejut dengan kematian pasangan suami istri (pasutri) Didik dan Suprihatin. Berbagai penuturan warga yang mengenal mereka pun terbongkar.
Warga sekitar, Nyi Ngapani terkejut saat mendengar tetanganya tewas dengan mengenaskan. Sebab kedua korban ini memiliki sifat dan dikenal baik serta tidak pernah memiliki masalah dengan warga sekitar.
Termasuk Suprihatin. Wanita itu saat masih hidup sering membantu tetangga ketika mengadakan acara semisal hajatan. Baik acara kecil maupun besar. Meski dikenal sebagai orang kaya di lingkungan, korban tidak sungkan bergaul dengan warga lain. “Ibu Suprihatin sering menghadiri undangan warga ketika ada hajatan,” ujarnya.
Wanita 56 tahun itu menjelaskan, meskipun dikenal baik kepada warga sekitar, dalam kesehariannya sangat tertutup. Aktivitasnya paling banyak di dalam rumah dibandingkan di luar rumah. “Sesekali keluar untuk membeli gas di tempat saya. Mungkin ke pasar atau membersihkan halaman. Selebihnya di dalam rumah dengan pintu tertutup,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumya, warga Desa/Kecamatan Campurdarat, pada Kamis (8/11) malam sekitar pukul 18.00 terkejut dengan kematian Didik, 56 dan Suprihatin, 50. Pasutri tersebut diduga tewas akibat pembunuhan.
Berdasarkan informasi dihimpun radartulungagung.id, peristiwa dugaan pembunuhan terungkap ketika cucu korban berkunjung ke rumah pria yang dikenal sebagai juragan kayu itu. Saat masuk ke rumah, tidak ada tanda-tanda aktivitas, tapi ada bercak darah dan bau busuk di ruang depan.
Editor : Anggi Septian Andika Putra