TULUNGAGUNG- Harapan atau keinginan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tulungagung menyatukan guru dalam memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI menjadi satu event terwujud. Seluruh guru di bawah naungan Kemenag, Dispendikpora dan Diknas Provinsi Jatim di Tulungagung mengukuti jalan sehat, kemarin.
Minggu (16/12) seluruh guru mulai tingkat SD sampai SMA/SMK di bawah tiga instansi itu tumplek blek di alun-alun. Mereka mengikuti jalan sehat yang digelar PGRI dalam rangka memperingati HUT ke 73 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN).
Acara yang dimulai pukul 06.00 sampai 10.00 diikuti sekitar 15 ribu guru. Acara berlangsung sekitar dua jam ini dihadiri Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Kepala Dispendikpora Tulungagung Suharno, Ketua PGRI Tulungagung Sugiarno dan beberapa tamu undangan. Selain dihibur musik, peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah sepeda gunung dengan pengundian nomor undian.
Menurut Ketua PGRI Tulungagung Sugiarno, sebenarnya ini merupakan rangkaian dalam memperingati HGN yang jatuh pada 25 November ini bertepatan hari lahirnya PGRI. Ini sesuai keputusan presiden no 78/1984. Sehingga peringatan ini untuk HGN dan HUT ke 73 PGRI . Yang bertanggungjawab peringatan ini adalah PGRI, Dispendikpora, Kemenag, Cabang Diknas Provinsi Jatim di Tulungagung. " Dan Allhamdulilah kita bisa membuat keputusan bersama dalan memperingati ini, " katanya.
Giarno-panggilan Sugiarno melanjutkan, rangkaian memperingati HGN dan HUT PGRI sebenarnya cukup banyak. Di tingkat provinsi digelar apel bersama. Di daerah khususnya di Tulungagung diadakan Festival lukis tingkat TK sampai SMA, donor darah di masing-masing cabang. " Dan khususnya tahun ini fokus jalan sehat yang diikuti 15 ribu di alun-alun, " katanya.
Mantan Sekretaris Dispendikpora Tulungagung mengatakan, sesuai dengan motto PGRI yang solidaritas, sekarang pihaknya sudah bisa menyatukan seluruh guru di tiga instansi tersebut, yakni Kemenang, Kemendikbud dan Cabang Diknas Provinsi Jatim di Tulungagung. " Kedepan PGR harus solid dengan begitu harapan dan cita-cita terwujud," katanya.
Giarno menambahkan, berharap ke anggota menjadi anggota yang baik. Karena PGRI adalah satu-satu organisasi guru terbesar, tertua dan berpengalaman. Karena itu PGRI harus tetap terjaga dan dilestarikan. "Kami berharap ke anggota jadi anggota yang baik, dan pegurus menjafi pengurus yang amanah" katnya.
Selain itu, PGRI berjanji akan terus bermitra kepada pemkab, melalui lembaga tekait seperi dispendikpora, cabang diknas provinsi Jatim di Tulungagung. Secara umum kami juga bermitra ke bupati, dan forkompinda.
Editor : Anggi Septian Andika Putra