Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rahasia Keunikan Batu Lilin Hingga Digemari Warga Tiongkok

Didin Cahya Firmansyah • Senin, 31 Desember 2018 | 13:05 WIB
rahasia-keunikan-batu-lilin-hingga-digemari-warga-tiongkok
rahasia-keunikan-batu-lilin-hingga-digemari-warga-tiongkok

 TULUNGGUNG- Tidak hanya batu akik yang bisa diperjualbelikan. Ada batu lain yang juga bernilai ekonomi. Salah satunya batu lilin. Batu ini memiliki beragam nama. Sebutan batu lilin banyak berasal dari Purbalingga. Namun di Amerika, batu lilin disebut fosil bambu.



Salah satu pengepul batu lilin di Kota Marmer, yakni Irkhamna. Warga Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang, itu sudah cukup lama berbisnis batu lilin. Dia tertarik bisnis batu ini karena banyak peminat. Terutama di daerah Tiongkok. Yakni diolah menjadi perhiasan, misalnya gelang.



Pria berusia 31 tahun itu mengaku, ada sebagian orang menyebut batu lilin menjadi batu sisik. Namun, ada juga yang menyebut tube agate stalaktit stalakmit. Pastinya, batu itu diperoleh dengan cara menggali atau menambang di kawasan hutan.



Irkhamna mengaku mendapatkan batu itu dari rekannya pengepul batu di Kebumen. Batu dibeli dengan harga sekitar Rp 500 ribu per kilogram. Sedangkan untuk menjual, baru di Indonesia. “Saya jual di dalam negeri saja. Paling banyak peminat sebenarnya di Tiongkok. Yakni untuk diolah jadi perhiasan,” ujarnya.



Pria ramah itu mengatakan, harga batu lilin sering berubah. Bisa tinggi atau sebaliknya. Sebab, mencari batu lilin cukup sulit. Terlebih lokasi pencarian masuk kawasan Perhutani dan berisiko ditangkap petugas.



Di Indonesia, batu lilin lebih banyak digunakan untuk hiasan. Misalnya akuarium atau lainnya. Bentuk batu yang unik yakni memanjang dengan tekstur bergelombang, membuat batu itu banyak diminati. Terlebih dengan warna alami kecoklatan atau pun lebih gelap, membuat batu lilin lebih indah.


Widayati, salah seorang penyuka batu untuk hiasan mengaku, batu lilin termasuk salah satu batu unik. Untuk mendapatkannya, harus menggali di beberapa lokasi. Itu pun belum tentu bisa mendapatkannya. Ketika berhasil menemukan, batu dibersihkan dan diolah menjadi beragam kerajinan. “Namun, banyak juga yang lebih suka bentuk alaminya. Terlebih warna menarik meski tidak terlalu cerah,” ujarnya. 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung