TULUNGAGUNG – Pengendara sepeda motor dan mobil harus mengurangi kecepatan jika melintasi jalan Desa/Kecamatan Besuki, tepatnya ketika masuk ke Pantai Coro. Pasalnya, jalan tersebut belum ciamik. Jalan itu belum beraspal dan masih bebatuan, sepanjang 2,5 kilometer. Jika tidak bisa mengendalikan laju kendaraan, dipastikan bisa tergelincir batu dan jatuh. “Karena ada bebatuan, jadi takut jatuh,” ungkap Tegar Fabiyo Moralez, pelajar kelas X di SMA Campurdarat.
Dia melanjutkan, rekreasi ke pantai terbilang jarang. Hanya sesekali waktu jika ada libur. Namun, rekreasi ke Pantai Coro itu beberapa kali karena suasana enak dan bisa berenang. “Terlebih ada pohon-pohon, jadi angin terasa sejuk,” ungkapnya.
Pria berkulit putih itu mengaku, karena di sekolah banyak tugas, maka untuk refreshing sering datang ke Pantai Coro bersama teman sekelas. “Ini juga ada 10 orang yang ikut,” ujarnya.
Selain kondisi jalan tak rata dan berbatu, ternyata fasilitas toilet minim dan tidak ada musala. Hanya ada dua titik toilet. “Saya rasa toiletnya juga kurang,” tandasnya.
Dia berharap, yang jelas jalan menuju ke pantai segera diperbaiki. Sebab, jalan belum beraspal dan berbatu sehingga meningkatkan risiko jatuh dari motor. “Kondisi ini kadang membuat enggan ke sini karena aksesnya tidak bagus dan belum diperbaiki,” katanya.
Sementara itu, pengelola operasional Pantai Coro, Damis Setiawan mengungkapkan, rintisan Pantai Coro sudah sejak 2015. Namun baru dikembangkankan investor Oktober 2017. “Sekarang permodalan pantai wisata dari investor, tapi melalui Perhutani Blitar dan BUMDes setempat,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, tapi setelah dua tahun berjalan, belum ada progres jelas, terlebih akses jalan. Padahal, jalan termasuk krusial. Pengunjung yang ingin pergi ke pantai harus melalui jalan itu. Jadi ketika jalan belum diaspal, tentu bisa mengurangi minat pengunjung datang. “Karena permodalan dari investor, saya tak tahu kapan target penuntasan jalan dan kawasan rekreasi Pantai Coro,” tandasnya.
Selain itu, semenjak awal 2019, tim pembangun kawasan rekreasi Pantai Coro sempat berhenti sampai sekarang. Alat berat seperti backhoe masih diparkir di kawasan pantai. “Mungkin masih dilanjutkan, tapi tidak sekarang,” tandasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah