TULUNGAGUNG – Obat berperan penting untuk mengobati berbagai penyakit. Namun, perlu diperhatikan ketika memilih dan mengonsumsi obat. Pasalnya, masih banyak kasus penjualan obat kedaluwarsa. Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Tulungagung Masduki menjelaskan, mengonsumsi obat yang sudah melewati batas waktu (expired date atau ED) akan berdampak pada kesehatan. Dampak paling ringan yakni timbulnya alergi. Sementara untuk kasus tertentu dapat mengakibatkan resistensi bakteri alias kebal terhadap bakteri. “Penggunaan obat yang sudah kedaluwarsa akan mengganggu kesehatan,” jelasnya Rabu (20/2).
Dia menyebutkan, secara ilmiah unsur kimia telah berubah. Jadi, unsur dalam obat untuk menyembuhkan menjadi lemah. Bahkan, struktur kimia yang terkandung dalam obat akan berubah menjadi racun. Itu dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan terjadinya resistensi. “Tanggal expired pun ditentukan berdasarkan pengujian stabilitas obat,” bebernya.
Dia menjelaskan, dampak paling sederhana dari penggunaan obat kedaluwarsa yakni timbulnya alergi dan iritasi. Ini biasa terjadi pada obat salep atau obat luar. Bahkan untuk dampak jangka panjang dapat mengakibatkan kanker kulit. Sementara bagi obat antibiotik yang sudah kedaluwarsa, dapat menimbulkan resistensi bakteri. Pasalnya, konsentrasi yang dibutuhkan untuk membunuh bakteri tidak cukup. Karena zat berkhasiat yang terdapat dalam antibiotik sudah rusak. Tak hanya berakibat pada resistensi, juga dapat berbahaya pada organ ginjal. “Kalau sudah resisten terhadap antibiotik, juga akan berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Di antaranya akan memengaruhi masa rawat pasien,” tandasnya.
Tak kalah penting, obat dalam bentuk sirup dan suspensi juga mudah mengalami kerusakan. Obat sirup yang sudah melewati batas waktu dapat berpotensi membuat bahan aktif di dalam obat berkurang. Sehingga akan mengendap di dasar botol.
Dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan memperhatikan expired date atau exp.date pada setiap kemasan. Secara umum, masa kedaluwarsa obat yakni dua hingga tiga tahun setelah diproduksi. Ini berkaitan dengan stabilitas zat berkhasiat yang terdapat dalam obat.
Disinggung mengenai peredaran obat palsu, dia belum menerima laporan. Namun untuk peredaran obat kedaluwarsa masih sering terjadi. Untuk itu, masyarakt diminta tetap waspada, sekalipun membeli obat di apotek. “Untuk kasus obat palsu belum. Namun untuk obat expired masih sering dijumpai. Masyarakat harus lebih waspada karena dapat menjadi toxic atau racun,” pungkasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah