TULUNGAGUNG – Keberadaan closed-circuit television (CCTV) 10 persimpangan jalan di Kota Marmer ternyata masih dianggap kurang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung. Instansi yang berada di Jalan Yos Sudarso ini sudah berancang-ancang untuk melakukan penambahan tahun ini. Namun titik mana saja yang bakal ditambahi masih dalam pembahasan. “Rencana penambahan tetap ada karena banyak permintaan dari masyarakat,” kata Kabid Lalu Lintas, Sujarmani, Selasa (26/2).
Menurut dia, permintaan dari masyarakat selama dua tahun ini cenderung mengalami peningkatan. Khususnya mereka yang membutuhkan rekaman sebuah kejadian di sekitar lokasi keberadaan CCTV. Bahkan dalam seminggu bisa lebih dari dua kali ada yang datang ke kantor meminta rekaman peristiwa. “Selama dua tahun ini memang ada perhatian lebih dari masyarakat dengan adanya CCTV yang terpasang di beberapa persimpangan jalan,” jelasnya.
Dia melanjutkan, dengan pertimbangan tersebut, dihub berancang-ancang melakukan penambahan CCTV. Namun lokasi mana saja yang bakal ditambah, masih dibahas lebih mendalam. Sebab, alokasi yang direncanakan bakal ada dua CCTV lagi yang dipasang tahun ini. “Insya Allah ada penambahan. Namun untuk lokasinya, masih dirancang dengan berbagai pertimbangan,” tuturnya.
Dia berharap, penambahan CCTV tersebut bisa semakin meningkatkan pemantauan ruas jalan di Kota Marmer. Apalagi arus lalu lintas juga terhitung cukup ramai hingga di wilayah pinggiran. “Tunggu saja kabar selanjutnya mengenai penambahan lokasi baru untuk CCTV,” tandasnya.
Sekadar diketahui, pada 2017 lalu awalnya dimulai pemasangan enam CCTV. Yakni di simpang tiga Ngujang, simpang empat rumah sakit lama, simpang empat Prayitno, simpang empat BTA, simpang empat Jepun, dan simpang empat Tamanan. Semua terkoneksi dengan server yang berada di dishub.
Editor : Didin Cahya Firmansyah