TULUNGAGNG - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Tulungagung tampaknya harus bekerja keras menyelamatkan buku letter C yang dimiliki seluruh desa/kelurahan di Kota Marmer.
Kepala DPK Tulungagung Marjadji upaya penyelamatan awal sebenarnya bisa dilakukan dengan memanfaatkan tisu Jepang. Kendalanya, benda ini hanya bisa didapat dari kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melalui perantara DPK Jawa Timur. Itu pun yang bisa didapat tidak banyak. “Untuk penggunaannya juga harus menggunakan lem khusus. Bahkan diklaim bisa menambah umur arsip hingga 50 tahun,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, untuk penyelamatan lain juga bisa dengan proses digitalisasi. Di mana seejauh ini sudah ada 14 kelurahan dan 35 desa yang sudah mendapatkan pelayanan alih media untuk menyelamatkan informasi dari buku letter C.
“Setap tahun tetap diupayakan ada upaya ini. Meskipun tidak bisa semua sekaligus. Paling banter 15 sampai 17 desa/kelurahan yang mendapat pelayanan alih media,” paparnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah