TULUNGAGUNG - Patut diwaspadai, bahwa memanfaatkan kertas sebagai wadah makanan dapat menganggu kesehatan. Beberapa kertas kemasan dan kertas nonkemasan pangan yang ada di masyarakat, terdeteksi mengandung timbal melebihi batas yang ditentukan. Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Masduki mengungkapkan, dampak yang ditimbulkan akibat keracunan timbal salah satunya membuat anak-anak mengalami gangguan mental, hiperaktif, bahkan penurunan kecerdasan.
Tak hanya pada anak-anak, penggunan kertas bekas sebagai wadah pangan juga bahaya bagi ibu hamil (bumil). Timbal yang masuk melalui plasenta akan mempengaruhi perkembangan janin. Bahkan dapat mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Sementara bagi bumil, dapat menyebabkan terkena anemia hingga tekanan darah tinggi. Sementara untuk akibat jangka pendek, dapat mengakibatkan mual, muntah bahkan diare.
Untuk itu, agar masyarakat tidak menggunakan kertas bekas sebagai wadah pangan. Langkah juga perlu memperhatikan kemasan dan kebersihan pada produk makanan hendak dikonsumsi. “Sebaiknya memilih kemasan makanan yang memiliki kemasan kertas standar food grade, itu aman untuk makanan. Saat memasak sebaiknya tempatkan makanan pada wadah yang semestinya, jangan gunakan kertas bekas untuk wadah,” tandasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah