Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rencana Dirikan Museum Geopark Dan Kawasan Geopark Nasional

Didin Cahya Firmansyah • Sabtu, 30 Maret 2019 | 20:10 WIB
rencana-dirikan-museum-geopark-dan-kawasan-geopark-nasional
rencana-dirikan-museum-geopark-dan-kawasan-geopark-nasional

TULUNGAGUNG - Temuan berbagai macam fosil binatang dan manusia purba berusia jutaan tahun di wilayah Tulungagung bagian selatan menjadi salah satu pedoman pemkab bisa mengubah kawasan tersebut menjadi lokasi wisata geopark.


 


 


Kendati demikian, untuk mendapatkan pengakuan sebagai geopark, butuh waktu. Apalagi kini masih tahap persiapan. “Proses pengajuan menjadi geopark nasional kini tahap persiapan,” ungkap Kepala Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tulungagung Suharto Jumat (29/3).


 


 


Jika berhasil dalam pengajuan tingkat nasional, dilanjutkan untuk pengajuan ke UNESCO agar diakui internasional. "Tim surveinya pernah ke sini melakukan tugas dan kita proyeksikan penetapan wilayah geopark tahun 2020. Nanti akan ditetapkan sebagai geopark nasional kemudian diajukan ke tingkat internasional,” terangnya.


 


 


Selain penetapan wilayah geopark, pemkab sedang rencanakan pembuatan museum geopark. Di dalamnya menceritakan sejarah panjang peradaban manusia. Mulai zaman berburu, bercocok tanam, hidup berpindah-pindah, industri, sampai zaman teknologi sekarang. "Untuk museum sudah direncanakan. Kita usulkan lokasinya di sebelah barat terminal Tulungagung,” ungkapnya.


Dengan kondisi tersebut, pemkab optimistis pada 2020 mendatang, target penetapan wilayah geopark dan pembuatan museum geopark sudah terealisasi. Namun, semua masih menunggu hasil tim survei untuk memastikan kelayakannya.


 


 


Dia mengakui,sebagian wilayah selatan Tulungagung sudah dieksplorasi untuk pertambangan. Namun, itu bukan menjadi soal karena penambangan boleh terus berjalan selama sesuai aturan. Dilarang menambang marmer di area yang sudah ditetapkan sebagai wilayah geopark. Dan setelah penambangan,pengelola tambang harus melakukan konservasi agar tidak terjadi kerusakan lingkungan. "Yang nambang boleh, asal sesuai aturan dan melakukan konservasi usai penambangan," tandasnya.


 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung