TULUNGAGUNG - Kelangkaan tomat dari petani membuat harga tomat di pasaran naik signifikan. Kenaikan harga tomat terjadi tiga kali atau mencapai 70 persen dari sebelumnya. Itu dirasakan pedagang di Pasar Ngemplak, Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung pada Jumat (5/4) lalu.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Didik Sulaksono Putro mengungkapkan, kenaikan harga tomat eceran terindikasi naik dalam rentang waktu satu minggu antara Senin (11/3) dan Senin (18/3) lalu. Kenaikan itu mencapai 10,24 persen. Dari semula Rp 6.350, menjadi Rp 7 ribu per kilogram (kg) di pasar. “Perhitungan kenaikan harga tomat hasil dari rata-rata tomat buah dan sayur,” ungkapnya.
Harga tomat kembali melonjak satu pekan kemudian, rentang waktu Senin (18/3) sampai Senin (25/3). Kenaikannya pun begitu drastis. Dari semula Rp 7 ribu menjadi Rp 10 ribu per kg sehingga mengalami kenaikan mencapai 43.86 persen. Kenaikan harga tomat itu belum mencapai batasnya. Indikasinya, harga terus naik pada Senin (25/3) sampai Senin (1/4) mencapai 23,50 persen, dari semula Rp 10 ribu menjadi Rp 12.350 per kilogram. “Kenaikan harga selama tiga pekan belakang memang biasa terjadi. Itu bisa disebabkan faktor cuaca,” jelasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah