KOTA, Radar Tulungagung – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tulungagung bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung, mengadakan kegiatan Business Development Services (BDS). Acara yang diperuntukkan pengusaha muda ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan peduli pajak, sekaligus sosialisasi pentingnya BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku industri kreatif. Bertempat di Dome’s Café and Resto, acara dibuka langsung Kepala KPP Pratama Tulungagung Andi Setijo Nugroho.
Kepala KPP Pratama Tulungagung Andi Setijo Nugroho menyampaikan, pengusaha muda yang baru merintis usaha tidak perlu takut dan khawatir. Sebab, KPP Pratama tidak serta-merta menarik pajak. “Tentunya kami paham UMKM tersebut baru berusaha dan tidak serta-merta tarik pajak. Jadi, harus kita bimbing dulu agar bisa bersaing dan berkembang di pasar,” jelasnya.
Pria ramah ini pun yakin, melalui BDS kali ini dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha. Sebab, selain memberikan wawasan baru, juga memberi pelatihan dan bimbingan kepada pelaku usaha bagaimana mengemas dan memasarkan produk semenarik mungkin. Sehingga mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun internasional. “Harapannya, tentu pelaku usaha ini tidak takut dengan institusi pajak seperti kami. Justru kami akan memberikan pelayanan dan memudahkan untuk melaksanakan wajib pajak,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung Supardi Prayitno yang juga hadir sebagai pembicara menyampaikan, melalui BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah turut hadir membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Baik pekerja formal maupun informal. “Dengan bergabung di BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah hadir untuk meringankan risiko-risiko dari sosial ekonomi. Misalnya risiko kecelakaan kerja, meninggal dunia, ataupun hari tua,” jelasnya.
Supardi menekankan, adanya jaminan bagi pekerja formal maupun informal dapat membantu meningkatkan produktivitas. Termasuk pelaku UMKM. Sebab, pekerja merasa aman selama bekerja karena sudah ada jaminan dari pemerintah. “Kalau terjamin kan pekerja otomatis akan lebih nyaman dan aman selama bekerja. Sehingga produktivitas mereka juga meningkat dan taraf hidup juga naik,” imbuhnya.
Supardi berharap, dengan adanya kegiatan ini, pekerja formal maupun informal segera mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan. Syaratnya pun sederhana. Cukup menggunakan KTP sebagai syarat, maka pelaku usaha ini dapat memperoleh jaminan ketenagakerjaan dari pemerintah. “Syaratnya cukup dengan KTP dan memang ada usaha yang dilakukan. Artinya, dia memang seorang pekerja, baik formal maupun informal,” katanya
Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 ini dihadiri sekitar 50 pengusaha muda di Tulungagung. Tak hanya mendapat ilmu mengenai perpajakan dan ketenagakerjaan, para pengusaha muda juga mendapat ilmu mengenai marketing. Selain memperoleh ilmu, juga ada hadiah menarik dari panitia acara bagi para peserta yang aktif bertanya. (nda/ed/and)
Editor : Anggi Septian Andika Putra