Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hujan Tiba, DBD Mengintai

Dharaka Russiandi Perdana • Rabu, 18 Desember 2019 | 17:11 WIB
hujan-tiba-dbd-mengintai
hujan-tiba-dbd-mengintai

 NGANTRU, Radar Tulungagung – Musim penghujan telah tiba. Masyarakat tentunya harus waspada pada pergantian musim ini. Sebab, banyak penyakit yang menyerang siapa saja. Seperti demam berdarah, diare, flu, dan masih banyak lagi. Pada kondisi inilah diperlukan peran mencegah lebih baik daripada mengobati.


 Seperti yang disampaikan Amrul Chasanah, dokter umum UPTD Puskesmas Kecamatan Ngantru. Dia mengatakan, banyak sekali penyakit yang menyerang saat musim hujan. Seperti demam berdarah (DB). Biasanya ketika musim hujan, perkembangan nyamuk DB atau aedes aegypti sangat cepat.


 Penyakit demam berdarah dengue (DBD), kata dia, disebabkan air hujan menggenangi tepi jalan, permukaan tanah, dan tempat lain yang cenderung cekung. “Karena itu, genangan tersebut menjadi tempat bertelur nyamuk,” katanya.


 Selanjutnya, nyamuk dewasa menggigit siapa pun di sekitarnya. Termasuk anak-anak. Hal ini berbahaya karena gigitan nyamuk tersebut mengandung virus dengue. Virus yang dibawa nyamuk tersebut kemudian masuk dalam tubuh anak melalui gigitan pada kulit dan masuk dalam aliran darah. “Anak yang terkena gejala demam berdarah biasanya mengalami peningkatan suhu tubuh hingga 38 derajat Celsius selama lima hari,” ungkapnya.


 Dokter berjilbab itu melanjutkan, anak yang terjangkit DB juga disertai kondisi pusing, mual, dan bintik merah pada kulit. Apabila mengalami kondisi tersebut, si anak harus segera mendapat pertolongan “Untuk penanganannya, diperlukan obat penurun panas sesuai dosis dan serta asupan makan yang bergizi,” katanya.


 Dokter berusia 49 tahun itu menambahkan, pencegahan DB bisa juga dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berupa 3M. Yakni mengubur berbagai benda yang menjadi wadah perindukan nyamuk, menutup bak mandi, dan mengurasnya satu kali seminggu. Upaya ini wajib dilakukan untuk menghindari nyamuk bertelur di dalamnya. “Siklus perindukan nyamuk dari telur, larva, hingga menetas berlangsung satu minggu. Dengan menutup dan menguras tempat bertelur nyamuk, anak dapat terhindar dari demam berdarah,” jelasnya.


 Kemudian, lanjut dia, penyakit yang perlu diwaspadai setelah DB adalah diarrhea atau diare. Penyakit ini sering muncul ketika musim hujan karena banyak lalat yang menempel pada sampah basah akibat hujan. Lalat tersebut kemudian hinggap di makanan yang sering kali dikonsumsi warga, termasuk anak-anak, baik di rumah maupun di sekolah. “Di sinilah peran orang tua diperlukan. Yakni memotivasi anak agar selalu mencuci tangan dan memakan makanan higienis,” jelasnya.


 Selain itu, ketika anak bermain hujan-hujanan, bisa saja mereka tidak sengaja menelan air hujan. Bahkan menelan air genangan tepi jalan yang terciprat karena kendaraan melintas. Hal ini menjadi kesenangan mereka. Meski mereka bermain riang gembira, kondisi hujan tetap harus diwaspadai agar terhindar dari diare. “Apabila telanjur terjadi diare pada anak, pengobatan yang dilakukan adalah memakan asupan bergizi serta meminum oralit,” tambahnya


 Selain dua penyakit tersebut, flu juga patut diwaspadai. Flu atau influenza dapat menyerang anak-anak karena air hujan mengandung virus kotor yang menyebar melalui udara pada saat hujan. Anak-anak yang bermain di sekitar hujan pastinya menghirup udara di situ. “Bila terjadi influenza atau batuk, pilek, bersin pada anak, maka pengobatan dilakukan dengan memberi asupan bergizi. Apabila flu tersebut bertahan beberapa hari, harus meminum obat sesuai dosis anak,” ungkapnya.


 Intinya, kata dia, ketiga penyakit tersebut disebabkan virus yang terbawa hujan. Virus sangat mudah menyerang anak ketika bermain hujan-hujanan. Namun,virus tersebut dapat dilawan dengan asupan nutrisi dan daya tahan tubuh yang baik.Ketika bermain hujan-hujanan, anak harus dalam kondisi fit dan tidak kelelahan. Setelah bermain harus mandi bersih, kemudianmengganti pakaian. Setelah kondisi tubuh anak bersih, diharuskan makanasupan bergizi lalu beritirahat.“Segala pencegahan lebih baik dilakukan daripada mengobati.Jika obat memang diperlukan, maka diminum sesuai dosis anak,” tandasnya. (*)

Editor : Dharaka Russiandi Perdana