KOTA, Radar Tulungagung – Cangkul hingga kini masih dibutuhkan oleh petani. Sebab, cangkul merupakan peralatan dasar atau pokok yang wajib digunakan petani walaupun sudah ada berbagai mesin.
Hal ini diakui oleh Triwidyono Agus Basuki, Kasi Pupuk, Pestisida, dan Alsintan Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung. Dia mengatakan, selama ini sangat banyak permintaan petani akan cangkul. Lantaran tidak semua lokasi pertanian bisa dijangkau dengan traktor. Misalnya saja di daerah pegunungan, seperti Sendang dan Pagerwojo. Tak hanya itu, keberadaan cangkul juga lebih dibutuhkan ketika alat mesin pertanian (alsintan) tidak dapat digunakan mendekati pematang sawah.
“Cangkul ini jadi pilihan karena lebih efektif. Harganya murah sekaligus membuat badan sehat,” jelasnya.
Semua petani menggunakan cangkul tersebut untuk menggarap sawahnya. Namun, kata Oky, sapaan akrab Triwidyono Agus Basuki, permintaan bantuan cangkul banyak dari daerah Kecamatan Ngunut dan Kalidawir. Lantas untuk memenuhi kebutuhan petani, pemerintah menggelontorkan hibah alsintan 2019 sebanyak 750 cangkul.
“Sebanyak 750 cangkul ini dibagi ke seluruh petani yang sebelumnya mengajukan ke dinas. Penerima termasuk petani dari wilayah Kecamatan Ngunut dan Kalidawir yang sebelumnya telah mengajukan,” katanya.
Selain membagikan cangkul, pihaknya juga membagikan alsintan kepada kelompok petani di Kabupaten Tulungagung berupa traktor roda dua sejumlah 80 unit, traktor roda empat sejumlah 2 unit, pompa air 40 unit, handspayer 130 unit, dan kultivator 47 unit. Dengan bantuan itu, diharapkan para petani berupaya keras dan saling bekerja sama mewujudkan swasembada tanam.
“Hal ini tentunya menciptakan efisiensi petani dalam bekerja sehingga produksi panen meningkat,” jelasnya.
Kegunaan pemberian alsintan traktor, jelas pria berusia 46 tahun ini, diperuntukkan daerah persawahan landai seperti Besuki, Bandung, Pakel, Campurdarat, Gondang, Karangrejo, Kauman, Ngantru, dan Tulungagung Kota. Sementara kultivator digelontor ke daerah atas seperti Pagerwojo, Sendang, Tanggung Gunung, Pucanglaban, dan Kalidawir. Sedangkan pompa air, handsprayer, merata ke seluruh wilayah tersebut.
“Pemberian bantuan ini, selain melihat permintaan petani, juga melihat kebutuhan di daerah pertanian yang dimaksud,” pungkasnya. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana