Ada yang berbeda dengan puncak kemeriahan dies natalis SMAN 1 Kedungwaru pada Jumat kemarin (13/3). Mengusung tema Astrapanca Adhikari Memayu Hayuning Budaya Jawa, dies natalis ke-55 itu ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan mengangkat lakon Semar Mbangun Kayangan. Uniknya, mulai dari dalang, sinden, hingga para pengrawit tak lain merupakan putra putri kebanggaan SMAN 1 Kedungwaru yang tergabung dalam Paguyuban Peminat Seni Tradisi (PPST).
Soal prestasi di bidang seni dan budaya sudah tak diragukan lagi. SMAN 1 Kedungwaru jagonya. Begitu juga di bidang akademik, sudah dibuktikan dari berbagai penghargaan, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional. Tentu, keberhasilan itu tak lepas dari komitmen sekolah dalam mendukung dan mengembangkan potensi anak didik untuk meraih pendidikan yang berkualitas dan bermutu.
Lantas, di hari spesial sekolah yang beralamat di Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo ini sengaja memilih menampilkan minat dan bakat anak yang dikemas meriah dengan puncak acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Dengan dalang Ki Wahyu Bagus Setiawan yang merupakan salah satu siswa angkatan 2019 yang memiliki segudang prestasi di bidang seni, khususnya festival dalang. Pementasan itu didukung kompetensi peserta didik lain yang tergabung PPST sebagai sinden dan pengrawit.
Kepala SMAN 1 Kedungwaru Harum Soejatmiko mengaku dies natalis ke-55 ini mengusung tema Astrapanca Adhikari Memayu Hayuning Budaya Jawa itu karena ingin menekankan pendidikan karakter pada anak, khususnya melalui kebudayaan bangsa Indonesia agar tetap lestari. Selain itu, Harim menilai ada banyak nilai-nilai budaya yang bisa diterapkan oleh anak didik dalam menjalani kehidupan dalam menyikapi suatu perkembangan bangsa yang rentan terpengaruh budaya luar. "Yang jelas, pendidikan tidak hanya menciptakan manusia cerdas, tapi juga yang berkarakter. Pendidikan karakter bisa melalui budaya bangsa ini," jelasnya
Pria ramah ini menjelaskan, puncak acara memilih menggelar pagelaran wayang. Itu karena wayang merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia yang memiliki sarat nilai. Lakon dalam wayang selalu berisi pesan-pesan yang kuat dan makna filosofis yang dapat membawa manusia memahami arti tujuan hidup yang sebenarnya. Sehingga sekarang ini wayang bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan dan tatanan kehidupan. "Pemilihan wayang sendiri juga untuk menguatkan PPST SMARIDUTA yang merupakan anggota PPST Jatim. Selain itu, diharapkan para peserta didik bisa belajar bagaimana harus menyikapi kehidupan sesuai harapan bangsa," terangnya
Sehari sebelum puncak acara, kata Harim, juga terdapat serangkaian kegiatan berupa kompetensi siswa. Seperti lomba cerdas cermat, mural, hias tumpeng, fashion show, dan kompetensi siswa lainnya. Selain itu, juga ada pembukaan Duta Mart yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan internal maupun eksternal sekolah. "Ya, kegiatan itu mengasah keterampilan life skill mereka. Jadi tidak harus text book gitu terus, tapi juga memberikan wadah keterampilan mereka agar berkembang," katanya.
Disinggung harapan ke depan, Harim berharap SMA yang dipimpinnya mendapat dukungan dari peserta didik maupun guru dan staf serta masyarakat dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan yang lebih baik. "Tentunya dengan bersama-sama bisa membangun sekolah ini lebih maju,berkembang, dan berkualitas sesuai yang diharapkan," tuturnya
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung- Trenggalek Solikin berharap pada Dies Natalis ke-55 SMARIDUTA ini, semua komponen dari guru hingga peserta didik terus semangat untuk menorehkan prestasi untuk menunjukkan kualitas pendidikannya. Selain itu, diharapkan SMAN 1 Kedungwaru ini bisa menjadi panutan SMA lain, dalam upaya menerapkan pendidikan karakter melalui seni budaya. Dengan begitu, anak didik dalam hal ini turut aktif dalam nguri-uri budaya yang dimiliki bangsa. "Tidak hanya panutan SMA di Kabupaten Tulungagung saja, tapi diharapkan bisa jadi panutan SMA di tingkat Jawa Timur atau nasional," tuturnya.
Sementara itu, pagelaran wayang yang dimulai sekitar pukul 20.30 ini semakin meriah karena dihadiri tamu undangan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Tulungagung, musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) Kedungwaru, seluruh kepala SMA negeri di Tulungagung, mantan guru atau pengajar SMAN 1 Kedungwaru, alumni peserta didik berbagai lintas angkatan, dan tetangga sekitar.
Editor : Didin Cahya Firmansyah