Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Akses Pucangan-Karanganom Tertutup

Choirurrozaq • Jumat, 26 Juni 2020 | 18:00 WIB
akses-pucangan-karanganom-tertutup
akses-pucangan-karanganom-tertutup

KAUMAN, Radar Tulungagung - Jembatan penghubung Desa Pucangan dan Karanganom, Kecamatan Kauman, terpaksa ditutup total. Penutupan jembatan ini sudah dilakukan sejak dua minggu terakhir. Itu karena kondisi jembatan yang ambles dinilai membahayakan warga yang melintas.


Ketua RT 01/RW 01 Dusun Krajan, Desa Pucangan, Kecamatan Kauman, Subirman mengatakan, jembatan tersebut diketahui ambles kurang lebih dua minggu lalu. Itu setelah sungai di bawahnya sempat meluap dan arus sungai pun terbilang deras. Keesokannya, aspal dari jembatan penghubung antardesa itu diketahui retak dan kemudian ambles. Diduga tak kuat menahan beban kendaraan yang sering melintas.


"Sebelum ambles, sebenarnya fondasi di bawahnya lebih dulu retak. Itu sudah lama kejadiannya. Karena membahayakan, jadi langsung ditutup," katanya


Pria ramah ini mengaku, keputusan penutupan ini sudah dilakukan musyawarah bareng warga dan desa setempat. Meskipun diakuinya, akses warga terganggu. Karena mereka harus memutar jauh untuk mendapat jalur lain.


"Kami sudah melapor ke desa. Bahkan, dinas terkait dari PUPR kemarin (Selasa, Red) meninjau ke lokasi juga. Mungkin lebih lanjut bisa tanya ke desa," tuturnya.


Menunggu adanya perbaikan, warga di RT-nya kemarin gelar kerja bakti. Membuat jembatan sesek bambu sebagai jembatan darurat. Warga setempat merasa kasihan jika anak mereka harus berputar jauh 5 kilometer menuju sekolahnya (SMPN 2 Kauman, Red) ketika tahun ajaran baru dimulai.


"Ya, ini keinginan warga sendiri. Merasa kasian dengan anaknya kalau sekolah dibuka lagi di tahun ajaran baru, mereka nanti harus memutar jauh. Makanya ini buat jembatan bersifat sementara, maksimal motor bisa lewatlah," tuturnya.


Plt Kepala PUPR Tulungagung Robinson Nadeak saat dikonfirmasi mengatakan, timnya sudah meninjau atau survei di lokasi. Hasilnya, dibenarkan adanya jembatan penghubung antara Desa Pucangan dan Karanganom dalam kondisi ambles. Diduga fondasi jembatan turun karena tergerus arus sungai. Dengan kondisi itu, lama-kelamaan jembatan tidak mampu menahan beban hingga retak dan selanjutnya ambles.


"Tindak lanjutnya, tim akan berkoordinasi dengan Bappeda untuk usul perencanaan perbaikan. Apakah bisa perubahan anggaran keuangan tahun ini atau tahun depan," tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq