Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dihimpit Ekonomi, Pria Ber-KTP Surabaya Ini Gantung Diri

Dharaka Russiandi Perdana • Selasa, 21 Juli 2020 | 04:20 WIB
dihimpit-ekonomi-pria-ber-ktp-surabaya-ini-gantung-diri
dihimpit-ekonomi-pria-ber-ktp-surabaya-ini-gantung-diri

KAUMAN, RADAR TULUNGAGUNG – Warga Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman geger Senin (20/7) sekitar pukul 18.05 wib. Pasalnya, Rahman Hadi, warga Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, tewas di rumah ibu kandungnya.


Pria berusia 38 tahun itu ditemukan gantung diri di dalam kamar rumah milik Mutiah, 66, warga RT 03 RW 08 di Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, tak lain ibu kandung korban.  Diduga kenekatan korban ini karena terhimpit masalah ekonomi keluarga.


Informasi yang berhasil dihimpun wartawan radartulungagung.jawapos.com, kejadian ini pertama diketahui  Mutiah, ibu korban saat hendak memanggil korban yang berada di dalam kamar. Namun, dia malah melihat sang anak gantung diri dengan menggunakan ikat pinggang. Mutiah langsung berteriak meminta pertolongan. "Terakhir komunikasi pukul 16.30. Kemudian saat kejadian ditemukan dalam kondisi menggantung pukul 18.05," ucap Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Bripka Endro Purnomo.


Kejadian itu langsung membuat warga sekitar berdatangan untuk menyaksikan aksi nekat bapak tiga anak ini. Bersamaan itu petugas Polsek Kalangbret juga datang ke lokasi untuk evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga murni bunuh diri," katanya.


Aksi nekat korban melakukan bunuh diri diduga dipicu masalah ekonomi. Dugaan itu diperkuat, dari keterangan keluarga bahwa  ada masalah tentang ekonomi dengan istri korban.  "Istri dan anaknya berdomisili di Surabaya. Sedangkan dia sering bolak balik dari Surabaya ke Tulungagung," tegas satu keluarga korban yang enggan sebut nama. (*)

Editor : Dharaka Russiandi Perdana