NGANTRU, Radar Tulungagung – Mendekati Hari Raya Idul Adha yang identik dengan penyembelihan hewan kurban, sangat penting untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban sebelum disembelih. Dari hasil pengecekan hewan kurban di kelompok ternak, ditemukan hewan kurban dalam kondisi yang layak dan sehat untuk kemudian disembelih. Selain itu, disarankan untuk menyembelih hewan kurban jantan karena jika menyembelih hewan betina akan memengaruhi produktivitas hewan tersebut.
Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung drh Eva Tutus Sumaryani mengatakan, dalam rangka pemantauan menjelang kurban, pihaknya telah menerjunkan sekitar 80 petugas yang terdiri dari dokter hewan, petugas teknis, petugas insenimator, dan sebagainya. Dengan tujuan, untuk melakukan pemeriksaan kepada hewan kurban. “Kami akan melakukan pengecekan secara rutin di kelompok ternak binaan dan di pasar hewan untuk memastikan kesehatan hewan kurban,” tuturnya.
Perempuan berjilbab itu menjelaskan, pemeriksaan meliputi antimortem dan postmortem. Mulai dari hewan kurban sebelum disembelih dan sesudah disembelih. Hingga kini dari berbagai kelompok ternak binaan di setiap kecamatan dan hasil pemeriksaan hewan sehat, nantinya di Hari Raya pihaknya juga akan mengawasi guna memastikan ketika penyembelihan hewan kurban tetap menerapkan protokol kesehatan. “Selama kami melakukan pemeriksaan, hasilnya hewan kurban sehat dan bagus,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Disnakeswan, Mulyanto. Dia mengungkapkan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar hewan kurban layak untuk disembelih. Hewan harus dalam keadaan yang sehat. Untuk melihat apakah hewan tersebut sehat atau tidak bisa dilihat dari ciri-cirinya seperti memiliki bulu bersih dan mengilat; gemuk; lincah; nafsu makan baik; serta lubang mulut, hidung, telinga, dan anus harus bersih. “Hewan tidak demam atau memiliki suhu normal, yakni sekitar 38 derajat Celcius,” ungkapnya.
Selain harus sehat, hewan kurban juga tidak boleh cacat. Serta disarankan untuk menyembelih hewan kurban jantan. Hal ini karena jika hewan kurban betina ditakutkan dalam kondisi bunting, yang bisa memengaruhi produktivitas hewan. Jika memang terpaksa harus menyembelih hewan kurban betina, sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan hewan tersebut tidak bunting. “Hewan kurban betina itu sebaiknya jangan disembelih, apalagi produktif. Selain itu untuk sapi setidaknya berumur lebih dari dua tahun dan untuk kambing lebih dari satu tahun,” papar pria ramah itu.
Sementara itu, Wakil Ketua Kelompok Ternak Rukun Santosa Barokah, Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Imam Mustakim mengatakan, sapi yang kini berada di kandang adalah sapi-sapi yang siap untuk disembelih di Hari Raya. Karena sapi di sini hanya untuk proses penggemukan dan menjaga agar tetap sehat. Untuk proses penggemukan, pihaknya membutuhkan waktu 3-5 bulan. “Kalau sapi di sini itu hanya proses penggemukan saja. Ini semua sudah siap untuk dijual,” ujarnya sambil mengelus kepala sapi.
Pria beruban itu menambahkan, menjelang Hari Raya Idul Adha ini, pihaknya tidak bisa memastikan apakah nantinya sapi-sapi tersebut bisa terjual semua. Pasalnya, hingga kini pihaknya masih menjual 10 ekor sapi saja. Jika dibandingkan dengan tahun kemarin itu sangat jauh, yakni terjual 60 ekor sapi. “Selama pandemi ini, jika dibandingkan tahun lalu, penjualan sapi mengalami penurunan,” tambahnya.
Jika nanti di Hari Raya Idul Adha sapi tidak bisa terjual semua, pihaknya tetap optimistis akan terjual pasca-Hari Raya. Apalagi banyak orang yang membuat hajatan pasti akan terjual. Dengan syarat, sapi harus dalam kondisi sehat dan tetap gemuk. Kebanyakan pembeli sapi itu berasal dari Tulungagung, Kediri, Blitar, hingga Surabaya. “Akan tetap terjual semua, asalkan sapi harus gemuk,” pungkasnya. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana