Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waspada, Bottleneck Ngantru Picu Kecelakaan

Dharaka Russiandi Perdana • Sabtu, 22 Agustus 2020 | 18:10 WIB
waspada-bottleneck-ngantru-picu-kecelakaan
waspada-bottleneck-ngantru-picu-kecelakaan

 NGANTRU, Radar Tulungagung - Pengendara yang melintas di jalan nasional  Tulungagung-Kediri tepatnya di Kecamatan Ngantru sebaiknya lebih berhati-hati. Sebab, jalan nasional tersebut menjadi salah satu blackspot (titik rawan kecelakaan, Red) di Tulungagung. Seiring banyaknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi.


Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi S. melalui Kanit Laka Lantas Iptu Diyon Fitrianto menjelaskan, kontur jalan yang lebar dan lurus membuat pengendara akan memacu kendaraannya dengan kencang. Namun, sebaiknya lebih berkonsentrasi. Terlebih di jalur tersebut terdapat dua bottleneck (penyempitan jalan) tepatnya di Desa Kepuhrejo dan Mojoagung, keduanya di Kecamatan Ngantru. Pelebaran jalan yang dilakukan beberapa waktu lalu tidak diimbangi dengan renovasi jembatan jalan yang sudah ada. Lantas, kondisi tersebut tidak hanya menjadi salah satu pemicu kemacetan juga berpotensi kecelakaan. "Ya, sering terjadi kecelakaan di situ (bottleneck). Awal Agustus lalu bahkan ada minibus yang menabrak beton jembatan masuk Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru.  Beruntung tidak ada korban jiwa," terangnya.


Polisi dua balok di pundak ini mengaku sudah memasang rambu-rambu serta marka di lokasi tersebut. Bahkan, dipasang juga lampu penerangan. Sehingga pada malam hari pengguna jalan bisa terbantu dengan keberadaan lampu tersebut. Meski demikian, masih banyak pengendara yang tak mengindahkan hingga terjadi kecelakaan. Bahkan jika terjadi kecelakaan pun banyak pengendara yang tidak melaporkan peristiwa tersebut untuk ditangani. Itu karena mereka (pengendara, Red) menilai apes karena kelalaiannya sendiri. "Termasuk rawan itu. Memang harus hati-hati," tegasnya.


Menindaklanjuti ini, Diyon mengaku sudah berulang kali kirim usulan perbaikan atau renovasi jembatan sebagai titik bottleneck tersebut ke instansi terkait. Namun sayangnya, belum ada respons. Pihaknya mengaku akan terus mengusulkan karena dinilai titik rawan kecelakaan. "Ya, kami sudah berupaya mengusulkan. Agar lebar jembatan tersebut sama dengan jalan nasional itu," tandasnya.


Sekadar diketahui, di Tulungagung terdapat tiga jalur blackspot. Yakni sepanjang jalan nasional Ngantru-Kediri, sepanjang jalan nasional di Kecamatan Kedungwaru, serta jalan nasional di Kecamatan Rejotangan. (*)

Editor : Dharaka Russiandi Perdana