BESUKI, Radar Tulungagung – Dibukanya kembali wisata Pantai Gemah di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, ternyata menyedot antusiasme wisatawan dari luar maupun dalam Tulungagung. Namun, masyarakat harus lebih berhati-hati jika ingin berlibur ke pantai ini. Pasalnya, saat ini hingga bulan depan, banyak ubur-ubur di sekitar bibir Pantai Gemah. Meski tidak berbahaya, jika terkena sengatnya bisa memberikan efek bengkak dan panas pada kulit.
Dari pantauan Koran ini, tampak wisatawan dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati pantai di bibir Samudra Hindia ini. Hampir semua spot wisata mulai aktif kembali. Seperti wahana banana boat, motor ATV, wisata bahari menggunakan kapal, dan sebagainya. Selain itu, beberapa kios juga ramai wisatawan yang bekunjung. Dari keramaian itu, ada beberapa anak yang menangis kesakitan di pusat informasi Pantai Gemah akibat sengatan ubur-ubur.
Divisi Humas Pokdarwis Lejar Misuwur, Purnomo mengatakan, memang sejak awal Agustus lalu banyak ubur-ubur. Namun, ubur-ubur tersebut sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi manusia. “Iya, betul, ini lagi musim ubur-ubur. Biasanya musim ubur-ubur ini dimulai awal Agustus hingga September,” tuturnya.
Pria ramah itu menjelaskan, kebanyakan yang terkena sengatan ubur-ubur adalah anak-anak. Banyak anak-anak yang penasaran karena bentuk ubur-ubur atau tidak tahu bahwa yang dipegang itu adalah ubur-ubur. Alhasil, banyak yang kulitnya memerah dan bengkak. “Anak-anak itu kan suka berenang. Mungkin mereka tidak tahu bahwa yang dipegang itu adalah ubur-ubur. Tapi kami juga sudah menyiapkan tenaga medis,” jelasnya.
Pihaknya telah melakukan berbagai antisipasi mulai dari tenaga medis dan selalu mengingatkan kepada wisatawan jika menemukan hewan berbentuk jeli agar tidak menyentuhnya dan lebih baik menguburnya di dalam pasir. “Kami cuma memberikan imbauan kepada wisatawan yang mandi di laut. Jika menemukan hewan seperti jeli, jangan disentuh,” terangnya.
Pria berkumis itu juga menambahkan, jika selama pandemi Covid-19, Pantai Gemah ditutup dari wisatawan, kini sudah dibuka kembali. Antusiasme wisatawan mulai seperti sedia kala. Setiap hari Minggu jumlah wisatawan bisa menembus 6-7 ribu orang. Wisatawan tersebut berasal dari berbagai wilayah di daerah Jawa Timur. Dengan ramainya wisatawan, pihaknya tidak lupa mengingatkan selalu kepada wisatawan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. “Dari pertama masuk kami sudah melakukan pengecekan suhu. Setelah itu kami tidak bosan-bosan mengingatkan wisatawan untuk menjalankan protokol kesehatan. Tapi semua itu juga tergantung kesadaran mereka,” pungkasnya. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana