KOTA, Radar Tulungagung-Mengoleksi tanaman hias kian menjadi tren di tengah pandemi Covid-19. Salah satu tanaman yang diburu, Monstera. Tanaman ini naik daun karena keunikan bentuk dan warnanya.
Umumnya, tanaman berasal dari hutan tropis Meksiko ini dimanfaatkan sebagai dekorasi pelengkap pada beberapa konsep interior. Mulai dari gaya minimalis hingga skandivania. Maka tak heran, permintaan pun melejit.
Bahkan karena perputaran bisnis dinamis, hukum ekonomi pun berlaku. Makin tinggi permintaan, harga Monstera pun semakin menggila.
Salah seorang penghobi sekaligus penjual tanaman hias, Debby Cintia mengatakan, Monstera bukan tanaman baru. Tanaman ini sudah populer pada 2018-2019 lalu. Namun semakin ke sini, Monstera atau dikenal dengan Swiss cheese plant ini jadi primadona. Alasannya memang logis, yakni bentuk daun Monstera yang unik dan lebar, serta corak semburat warna putih yang dihasilkan berbeda-beda memberi kesan eksklusif pada ruangan. Apalagi, tanaman yang daunnya berlubang ini mampu meningkatkan kualitas udara berkat produksi oksigen terutama pada malam hari. "Apalagi pandemi ini, semakin banyak yang memburunya. Terlebih, bisa memberi kesan ekslusif dan dapat menjadi alternatif tanaman hias yang punya ruang taman terbatas," kata warga perumahan Satria Recidance ini.
Tanaman hias monstera ini, kata Debby sapaan akrabnya itu memiliki beragam jenis seperti Monstera Deliciosa, Variegata, Borsigiana, King, Constellation, Marmorata dan masih banyak lainnya. Mereka sama-sama diburu, karena keunikan masing-masing jenis Monstera. Mereka (Monstera,red) juga semakin disukai karena perawatannya yang mudah. Bahkan, Debby menyebut tanaman hias monstera memang tidak terlalu 'manja'. "Perawatannya mudah. Ia suka air. Jadi rutin siram dan beri pupuk berkala. Kalau bisa jangan ditaruh dibawah terik matahari langsung," jelas owner rumah tanaman hias ini.
Untuk harga tanaman hias satu ini bervariasi, tergantung jenis, bentuk, estetika, dan kualitasnya. Dari beberapa platform penjualan tanaman hias, Monstera dibanderol mulai dari Rp 200 ribu hingga lebih dari Rp 8 juta per pot. Bahkan, Debby mengaku pernah menjual Monstera jenis Veriegata seharga Rp 15 juta per pot.
"Harganya ini terus naik. Permintaan tinggi, sedangkan persediaan tanaman terbatas," tegasnya.
Debby menyebut permintaan tidak hanya dari lokal (Tulungagung,red), tapi juga banyak dari luar kota bahkan luar Jawa. Debby pun mengaku pernah kirim ke Maldive dan Kanada.
"Kebetulan, kami memasarkan lewat media sosial. Jadi pemasarannya luas. Bahkan sehari gitu sekali posting langsung 20-30 tanaman hias berbagai jenis Monstera langsung sold out," terangnya.
Sementara itu, salah seorang penghobi tanaman hias, Veronica mengatakan suka dengan Monstera karena bentuk daunnya yang khas dan unik. Apalagi ada jenis Variegata, yang membuat tanaman tersebut lebih eklusif. Tanaman ini, ia letakkan di taman mini rumahnya. Sehingga menambah kesan hijau, adem dan nyaman seolah tanaman-tanaman hias yang ditanamnya memberi energi positif.
"Seneng lagi, kalau tumbuh daun baru. Bikin penasaran gitu. Seolah membayar hasil dari jerih payah kita merawatnya," tutur warga Desa/Kecamatan Boyolangu ini. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana